Waspadai Ancaman Siber pada Pemilu 2019

Semua pihak diminta mewaspadai serangan siber pada Pemilu 2019.
Reni Lestari | 22 November 2018 18:23 WIB
Ilustrasi. - youtube

Bisnis.com, JAKARTA – Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Marsma TNI Asep Chaerudin mengimbau semua pihak untuk mewaspadai serangan siber pada Pemilu 2019.

Dia mengatakan, ancaman siber menjelang perhelatan Pemilu menjadi ancaman yang sangat berbahaya.

"Ancaman siber jelang Pemilu dapat mengganggu kelancaran pesta demokrasi terbesar di dunia ini," ungkap Asep di acara Rapat Koordinasi Nasional Persiapan Pelaksanaan Pemilu 2019 dalam keterangan tertulis, Kamis (22/11/2018).

Asep melanjutkan, ancaman ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Asep kemudian mencontohkan kasus yang terjadi di Kanada dan Filipina.

“Kasus di Kanada dan Filipina adalah pencurian data pemilih jutaan orang yang dilakukan oleh hacker. Ini sungguh mengerikan,” kata Asep.

Menurut data BSSN, sejak Tahun 2004 sampai Tahun 2018, KPU menjadi instansi utama yang diserang oleh hacker dalam proses perhelatan pesta demokrasi. Fakta ini menurut Asep sangatlah berbahaya jika tidak ada langkah serius yang diambil oleh Pemerintah khususnya oleh BSSN sendiri.

Berdasarkan fenomena ini, Asep mengatakan bahwa BSSN sangat serius dan berkomitmen untuk secara intens menjalin komunikasi dengan berbagai instansi terkait mulai dari provider komunikasi, Kementerian/Lembaga, sampai dengan TNI dan Kepolisian.

"Kerja sama dan komunikasi intens harus terus dilakukan. BSSN tidak dapat bekerja sendiri dan harus ada sinergi dengan instansi lainnya," kata Asep.

Tag : Pemilu 2019
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top