Di Tempat Kost, HS Sewa Ojek ke Klinik untuk Obati Telunjuk yang Tergores Linggis

Rekonstruksi di Tempat Kedua, Ini yang HS Lakukan Setelah Bunuh Sekeluarga Daperum Nainggolan
Aziz Rahardyan | 21 November 2018 19:35 WIB
Tim Inafis Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah kios yang menjadi lokasi perisitiwa pembunuhan satu keluarga, di kawasan Jatirahayu, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/11/2018). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Tersangka pembunuhan satu keluarga di Bojong Nangka, Bekasi yang bernama Haris Simamora masih menjalani agenda rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kedua, yaitu di tempat dirinya menyembunyikan mobil X-Trail Silver milik kakak korban.

Tersangka berinisial HS ini dibawa ke TKP kedua yang berada di sebuah rumah kos milik teman HS di kawasan Kampung Pasir Limus, Desa Mangun Harja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Dalam rekonstruksi tersebut, terungkap HS sempat bertanya pada teman-temannya mengenai klinik terdekat, sebab mengaku tangannya sakit dengan alasan terjatuh. Setelah itu HS mandi, dan pamit untuk pergi ke klinik menggunakan ojek.

Seperti diketahui sebelumnya, terjatuh hanyalah dalih HS untuk mengobati luka di jari telunjuk kanannya akibat tergores linggis yang digunakan untuk membunuh Daperum Nainggolan sekeluarga.

"Tangannya berdarah. Iya, tangannya dibalut perban, tapi dia santai saja," ujar Amprung pada Rabu (21/11/2018), seorang tukang ojek sewaan HS yang juga dihadirkan untuk agenda rekonstruksi.

Amprung yang disewa HS pergi ke klinik dengan tarif Rp20.000 ini menilai, raut wajah HS terlihat seperti biasa dan tidak seperti seseorang yang telah melakukan pembunuhan.

Adegan rekonstruksi akan dilanjutkan di klinik tempat HS mengobati lukanya dan di tempat pelariannya di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat.

Tetapi Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengungkapkan agenda rekonstruksi di Garut yaitu tempat HS bersembunyi dan ditangkap pihak kepolisian, akan dilaksanakan besok sebab waktu tidak mencukupi.

"Setelah ke kos tempat dia mandi dan simpan celana [berlumuran darah], lalu ke tempat penitipan mobil, klinik, dan Garut. Garut besok," ujar Indarto.

Indarto berharap agenda rekonstruksi bisa berjalan dengan lancar dan pelimpahan berkas tahap pertama bisa segera dilaksanakan.

"Mudah-mudahan enggak ada hambatan karena kawan-kawan kejaksaan bersama kami sudah bergabung," tambah Indarto.

Tag : pembunuhan
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top