Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akhir 2018, Eropa Dapat Hindari Tarif Otomotif Amerika

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker memberikan sinyal bahwa Eropa hanya dapat menghindar dari ancaman tarif otomotif AS sampai akhir tahun ini.Hal itu merupakan yang terbaru dari perkembangan hubungan dagang trans-Atlantik, yang sempat memasuki masa gencatan senjata pada musim panas silam.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 13 November 2018  |  11:28 WIB
Jean-Claude Juncker - Istimewa
Jean-Claude Juncker - Istimewa

Bisnis.com,  JAKARTA - Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker memberikan sinyal bahwa Eropa hanya dapat menghindar dari ancaman tarif otomotif AS sampai akhir tahun ini.

Hal itu merupakan yang terbaru dari perkembangan hubungan dagang trans-Atlantik, yang sempat memasuki masa ‘gencatan senjata’ pada musim panas silam.

“Kami telah sampai kepada kesepakatan bahwa tidak ada konflik dagang yang baru setelah bulan-bulan musim panas sampai akhir tahun, khususnya terkait tarif mobil,” kata Juncker dalam pidatonya di Berlin, Jerman, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (12/11/2018).

Adapun pada Juli, Presiden AS Donald Trump telah sepakat dengan Juncker untuk menahan sejumlah tarif yang diancamnkannya selama kedua belah pihak masih dalam perundingan. 

Diharapkan, negosiasi yang bertujuan mengurangi hambatan tarif dan nontarif untuk produk industri yang dikirimkan UE ke AS tersebut dapat menjadi penawar bagi ancaman tarif otomotif.

Di sisi lain, sejatinya Pemerintahan Trump dapat saja memberlakukan ancaman tarif otomotif sebesar 25% dengan alasan menjaga keamanan nasional kepada UE, langsung setelah Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross menyelesaikan investigasinya sebelum tenggat waktu pada Februari 2019 habis.

Berdasarkan penilaian Komisi Eropa, tarif dengan tingkat tersebut akan menambah beban sekitar 10.000 euro (US$11.300) untuk setiap penjualan produk mobil menengah yang dirakit di Eropa dan dijual ke AS.

Komisi Eropa pun memperkirakan, tarif tersebut dapat memangkas impor AS untuk produk mobil dan komponen otomotif buatan Eropa hingga setengahnya.

Pekan lalu, Komisioner Perdagangan UE Cecilia Malmstrom menyampaikan bahwa Pemerintah AS justru tampak tidak tertarik untuk mencapai kesepakatan dengan Benua Biru terkait pengurangan tarif.

“Fokus AS dalam pembicaraan lebih kepada kesepakatan pembukaan pasar ketimbang keinginan untuk mengurangi tarif,” tutur Malmstrom di Brussels, Belgia.

Kendati demikian, Malmstrom menambahkan, UE siap dan akan tetap mencari peluang kesepakatan agar AS mau mengurangi tarif untuk produk-produk industri yang dikirimkan UE.

Dia pun dijadwalkan mengunjungi Washington pekan ini untuk bertemu dengan Kepala Pewakilan Dagang AS Robert Lighthizer untuk melanjutkan perundingan terkait hubungan dagang bebas AS—UE, yang mana perundingan formalnya akan dimulai pada pertengahan Januari 2019. (Bloomberg/Dwi Nicken Tari)

 
 
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan internasional komisi eropa
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top