Burung Hantu, Hewan Kecil yang Suka Berpoligami

Problema hukum poligami manusia ternyata tak menjadi soal untuk hewan satu ini, yaitu burung hantu.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 07 November 2018 11:04 WIB
Burung hantu - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Problema hukum poligami manusia ternyata tak menjadi soal untuk hewan satu ini, yaitu burung hantu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis.com, pakar hidrologi Jim Thomas di kantornya, Desert Research Institute, Nevada, Amerika Serikat menemukan kejutan tersebut. Pasalnya, di luar jendela, Jim melihat sepasang burung hantu bertanduk yang membangun rumah di batu-batu besar.

Jim melihat ada satu jantan dan satu betina. Lantas, datang pula burung hantu betina kedua yang bergabung dengan mereka.

Tak lama kemudian, Jim melihat ada dua burung hantu betina tersebut mulai bertelur di tempat mereka masing-masing. Totalnya, ada lima telur. Sementara burung hantu jantan sibuk berburu tikus dan kelinci liar, lalu membawakan buruan itu untuk dua pasangannya.

Jim memperhatikan hal semakin aneh terjadi, ketika telur-telur burung hantu betina gagal menetas, dia pun ikut mengasuh dan melindungi anak-anak dari telur burung hantu betina yang lebih kecil. Sepertinya, betina besar menganggap anak-anak betina kecil sebagai anak sendiri.

Menurut pakar ornitologi dari Bird Studies Canada dan Nevada Department of Wildlife, perilaku ini tidaklah lazim. Temuan pada perilaku ini merupakan catatan pertama dari poligini, dimana jantan yang kawin dengan dua atau lebih betina pada burung hantu besar bertanduk. Fenomena ini digolongkan aneh karena burung hantu jenis ini biasanya tidak suka berkumpul bersama.

Para pakar bersepakat bahwa burung hantu bertanduk adalah jenis hewan yang sangat territorial, dan tidak mau membangun sarang yang berdekatan. Kedua, spesies ini juga dikenal cukup monogami.

Meskipun begitu, poligini seringkali ditemukan pada spesies lain, misalnya burung hantu serak jawa alias burung hantu muka monyet, dan elang Eurasia. Namun, fenomena ini tetap termasuk langka di kalangan burung pemakan bangkai.

Para pakar juga menduga, perilaku poligini menuntut jantan untuk bisa menyediakan pangan berlimpah bagi para betinanya. Sementara para betina hanya sibuk bertelur dan menjaga anak di sarang.

Seperti diketahui, poligami adalah sistem perkawinan apabila salah satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yang bersamaan.  Poligami terdiri dari poligini dan poliandri.

Poligini merupakan sistem perkawinan yang membolehkan seorang pria memiliki beberapa wanita sebagai istrinya dalam waktu yang bersamaan, sedangkan poliandri adalah sistem perkawinan yang membolehkan seorang wanita mempunyai suami lebih dari satu orang dalam waktu yang bersamaan.

Tag : poligami, burung
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top