PA 212 Desak PBB Pecat Yusril Ihza Mahendra sebagai Ketua Umum

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang juga kader Partai Bulan Bintang (PBB), Novel Hasan Bamukmin mendesak agar PBB menggelar Munaslub untuk memecat Yusril Ihza Mahendra sebagai ketua umum.
John Andhi Oktaveri | 06 November 2018 13:36 WIB
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra (kedua kanan) dicium oleh Ketua Mahkamah Partai M Yasin Ardhy (kedua kiri) usai sidang ajudikasi antara PBB dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung Bawaslu, Jakarta, Minggu (4/3). Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memutuskan Partai Bulan Bintang sah sebagai peserta Pemilu 2019. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang juga kader Partai Bulan Bintang (PBB), Novel Hasan Bamukmin mendesak agar PBB menggelar Munaslub untuk memecat Yusril Ihza Mahendra sebagai ketua umum.

Pernyataan itu dikeluarkan Novel menanggapi langkah mantan Menteri Sekretaris Negara itu menjadi kuasa hukum pasangan capres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. 

"Untuk segera digelarnya munaslub pemecatan YIM (Yusril Ihza Mahendra) secara tidak hormat," kata Novel, Selasa (6/11/2018).

Dia menilai perbuatan YIM sudah menciderai dan menistakan partai Islam itu sendiri karena PBB satu satunya di Indonesia partai dengan penerapan Islam secara kaffah syariat Islam.

Novel pun menyatakan bahwa para kader PBB terkejut dengan sikap Yusril. Padahal, 70%  kader PBB patuh terhadap Ijtima Ulama II. 

"Maka ini pengkhianatan yang luar biasa. Jelas saya dan kader yang lainnya sangat marah dan terpukul," katanya.

Lebih jauh, Novel menegaskan, bila Yusril tidak turun dari kursi Ketum PBB, maka dirinya akan mundur dari calon legislator PBB untuk daerah pemilihan 8 Jakarta Selatan.

"Kalau sudah mentok tidak bisa melengserkan YIM maka saya dan kawan-kawan secara resmi, terbuka beramai-ramai dari FPI dan PA 212 yang berada di PBB akan mengundurkan diri dan akan menggemboskan PBB di manapun," katanya.

Sebelumnya, Yusril menyatakan siap untuk menjadi pengacara pasangan Jokowi-Ma'ruf. Namun Yusril mengaku bukan bagian dari Timses Jokowi-Ma’ruf.

Hal itu dikatakan Yusril setelah melakukan pertemuan dengan Ketua Timses Erick Thohir di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

"Saya katakan pada Pak Erick Thohir, setelah cukup lama hal ini didiskusikan dengan saya, akhirnya saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyernya kedua beliau (Jokowi-Ma'ruf) itu," kata Yusril.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi, yusril ihza mahendra, fpi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top