Soal Politikus Sontoloyo, Ini yang Dimaksud Presiden Jokowi

Menurut Presiden, politikus sontoloyo adalah mereka yang menggunakan cara tidak sehat demi meraih simpati masyarakat.
JIBI | 24 Oktober 2018 13:27 WIB
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan kata sambutan pada acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat di kawasan Marunda, Jakarta Utara, Rabu (17/10/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA -  Sontoloyo, yang sejatinya menunjuk pada seseorang yang sedang mengangon bebek, menjadi bermakna lain jika dijadikan kalimat makian atau saat dimasukkan dalam konteks politik.

Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada Selasa (23/10/2018) menyebutkan selain banyak politikus yang baik, juga banyak politikus sontoloyo di negeri ini. Hal itu tentu saja menimbulkan sejumlah reaksi. Lantas apa yang dimaksud Presiden Jokowi dengan sontoloyo.

Seperti dikutip Tempo.co, Presiden Jokowi menjelaskan maksud pernyataannya soal politikus sontoloyo. Menurut Presiden, politikus sontoloyo adalah mereka yang menggunakan cara tidak sehat demi meraih simpati masyarakat.

Jokowi menuturkan politikus sontoloyo ini kerap muncul menjelang pemilihan umum. "Segala jurus dipakai untuk memperoleh simpati rakyat tapi (dengan cara) yang gak baik, sering menyerang lawan politik dengan cara-cara yang tidak beradab juga tidak ada tata kramanya," kata Jokowi di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Tangerang, Rabu, 24 Oktober 2018.

Menurut Jokowi, lewat pernyataannya itu ia ingin mengingatkan jika saat ini bukan lagi masanya kampanye dengan cara tidak sehat. Ia ingin tidak ada lagi politik adu domba, politik pecah belah, dan politik kebencian.

Jokowi berujar sekarang adalah masanya menarik simpati masyarakat lewat adu program, gagasan, dan rekam jejak. "Kalau masih pakai cara-cara lama seperti itu, masih memakai politik kebencian, politk SARA, politik adu domba, politik pecah belah, itu namanya politik sontoloyo," kata dia.

Sebelumnya Jokowi mengatakan banyak politikus sontoloyo di Indonesia. Ia meminta masyarakat hati-hati terhadap mereka yang masuk kategori ini.

"Hati-hati banyak politikus baik-baik tapi banyak juga politikus sontoloyo," kata Jokowi saat membagikan sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta, kemarin.

Sebelum melontarkan pernyataan itu, Jokowi menjelaskan alasan pemerintah berencana mencairkan dana kelurahan tahun depan. Namun rencana ini oleh sejumlah pihak terutama kubu oposisi dinilai politis.

Padahal, kata Jokowi, dana kelurahan ini ditujukan untuk kepentingan masyarakat di perkotaan setelah ada dana desa bagi penduduk pedesaan. Masyarakat bisa menggunakan dana kelurahan ini untuk memperbaiki jalan atau saluran air.

Sumber : TEMPO.CO

Tag : jokowi, Pilpres 2019
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top