Australian Independent School Bali Resmikan Kampus Baru

Australian Independent School (AIS) Bali meresmikan kampus baru di Bali, Senin (22/10/2018).
Oktaviano DB Hana | 22 Oktober 2018 21:04 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kiri), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan KebudayaanPuan Maharani (kedua kiri), dalam peresmian kampus baru AIS di Bali, Senin (22/10/2018). - Bisnis/Istimewa
Bisnis.com, JAKARTA – Australian Independent School (AIS) Bali meresmikan kampus baru di Bali, Senin (22/10/2018).

Penny Robertson, pendiri AIS, menjelaskan melalui peresmian tersebut makan kegiatan pendidikan institusi pendidikan yang sebelumnya bernama Australian International School itu berpindah. Sebelumnya, AIS menyewa lahan di Kerobokan untuk kegiatan pendidikannya di Bali.

“Peresmian ini menjadi tonggak sejarah yang memperlihatkan komitmen AIS sebagai sekolah yang tidak hanya mengedepankan pentingnya peningkatan infrastruktur tetapi juga penyediaan lingkungan belajar mendukung yang dibutuhkan oleh setiap anak dalam perjalanan pendidikan mereka,” ujar  Robertson dalam keterangan resmi.

Robertson menjelaskan kampus baru ini menempati lahan seluas 2 hektare (ha) dan berada di lokasi yang strategis. AIS Bali, jelasnya, telah mengakuisisi lahan sejak beberapa tahun lalu.

Namun, pihaknya perlu waktu yang cukup untuk membangun kampus yang dapat mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan belajar mengajar sambil mewujudkan suasana yang mendukung aktifitas belajar mengajar.

“AIS Bali terus berupaya meningkatkan mutu kualitas pendidikan. Dengan peningkatan fasilitas serta sarana dan prasarana dalam proses belajar mengajar diharapkan dapat menghasilkan SDM yang unggul.”

Kampus anyar ini menyediakan beberapa fasilitas unggul, antara lain perpustakaan dengan kapasitas 40.000  koleksi buku, amphitheater untuk mengakomodir berbagai kegiatan seni, dan dukungan beragam teknologi canggih.

Kampus ini juga menyediakan lapangan serbaguna seluas 850 meter persegi, kolam renang dewasa dan anak-anak belajar, lapangan tenis terbuka, lapangan sepakbola sintetis, dan rooftop café.

John Millis, Kepala Sekolah AIS Bali, mengatakan konsep bangunan kampus baru ini mengusung tema eco friendly atau ramah lingkungan yang dirancang oleh arsitek ternama. Sejumlah area yang dibuat dengan pencahayaan alami dan aliran udara yang maksimal sehingga tidak perlu menggunakan AC.

“Juga terdapat fasilitas air minum atau drinking fountain dengan kualitas air layak  minum di berbagai sudut sekolah,” ujarnya.

Nilai tambah lain kampus ini, sambung Millis, adalah adanya program International Baccalaureate (IB) Diploma Program bagi siswa kelas 11 dan kelas 12. Menurutnya, hanya sekolah yang memenuhi kriteria-kriteria dan sertifikasi audit dapat menjalankan IB program.

Dia mengatakan program ini diterima secara luas banyak universitas-universitas ternama di dunia. Siswa lulusan program ini menjadi lebih mudah mendapatkan tempat di universitas-universitas yang menerima sertifikat tersebut.

“Respons komunitas di Bali sangat positif terhadap perpindahan kampus. Terhitung sejak April 2018 terjadi peningkatan 20% siswa meski informasi yang mereka dapat hanya dari mulut ke mulut saja dan banyak orangtua yang berkunjung ke sekolah kami untuk mendapatkan informasi,” ujar Mills.

Adapun, peresmian kampus baru dilakukan secara bersama oleh Penny Robertson, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan John Millis.

Tag : bali, pendidikan, kemendikbud, kemenko pmk
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top