Pemerintah Siagakan Seluruh Sumber Daya Pascabencana di Sulteng

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan pemerintah tengah mengonsolidasikan dan menggerakkan seluruh sumber daya untuk menangani bencana gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.
David Eka Issetiabudi | 29 September 2018 06:34 WIB
Sebuah bangunan pusat perbelanjaan yang roboh sebagian akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9). - ANTARA/HO

Bisnis.com, JAKARTA -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan pemerintah tengah mengonsolidasikan dan menggerakkan seluruh sumber daya untuk menangani bencana gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.

"Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menginformasikan bahwa 276 BTS di Sulteng tak bisa berfungsi karena ketiadaan suplai listrik. Suplai listrik mati setelah terjadi gempa," tuturnya melalui keterangan resmi, Sabtu (29/9/2018).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan dukacita mendalam atas bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala, Kota Palu, dan sekitarnya. Kepala Negara terus memantau perkembangan terkini dari daerah terdampak gempa itu.

"Saya dan kita semua ikut berduka cita atas terjadinya gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala, di Palu, dan sekitarnya. Tadi saya sudah mendapatkan informasi dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meskipun informasi itu belum semuanya ada karena memang sulit untuk telepon ke sana," ujar Presiden dalam pernyataan resmi.

Jokowi mengatakan telah mencoba menghubungi Gubernur Sulawesi Tengah untuk mengetahui keadaan di sana. Namun, belum berhasil mengingat sambungan komunikasi yang masih terganggu.

Pascabencana, Presiden langsung bergerak dengan memerintahkan Menkopolhukam untuk mengoordinasikan jajarannya baik BNPB dan TNI untuk melakukan penanganan darurat atas peristiwa ini.

"Saya telah perintahkan Menkopolhukam untuk mengoordinasikan BNPB. Saya sudah telepon tadi ke panglima TNI untuk bersama-sama menangani terutama yang berkaitan dengan penanganan darurat baik pencarian korban, evakuasi, dan menyiapkan kebutuhan-kebutuhan dasar yang diperlukan," terangnya.

Saat ini, Kominfo telah mengirimkan telepon satelit ke lokasi untuk memperlancar arus komunikasi di daerah terdampak.

Berdasarkan pantauan BMKG, tsunami setinggi 1,5 meter terjadi di Palu dikarenakan daerah tersebut berbentuk teluk, sehingga lebih tinggi apabila terjadi kenaikan muka laut. Kondisi ini pun diinformasikan oleh BMKG pada sore kemarin bahwa terjadi potensi tsunami 0,5 m-3 m (Siaga).

Sementara itu, di Mamuju terjadi kenaikan muka laut setinggi 6 cm dan BMKG pun telah memberikan peringatan level ketinggian tsunami sebelumnya.

Tag : gempa, tsunami, Gempa Palu
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top