CEO Google Sundar Pichai Siap Jawab Tudingan Konservatif AS

CEO Google Sundar Pichai siap bertemu para anggota kongres Amerika Serikat (AS) di Capitol Hill pekan ini, di tengah tudingan tindak diskriminatif yang dilakukan perusahaannya dan raksasa internet lainnya terhadap kalangan Konservatif AS.
Renat Sofie Andriani | 25 September 2018 10:18 WIB
Sundar Pichai - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – CEO Google Sundar Pichai siap bertemu para anggota kongres Amerika Serikat (AS) di Capitol Hill pekan ini, di tengah tudingan tindak diskriminatif yang dilakukan perusahaannya dan raksasa internet lainnya terhadap kalangan Konservatif AS.

“Saya menantikan untuk bertemu para anggota dari kedua belah pihak [Demokrat dan Republik], menjawab berbagai pertanyaan, dan menjelaskan pendekatan kami,” kata Pichai dalam sebuah pernyataan Senin (24/9/2018), seperti dikutip Bloomberg.

“Pertemuan-pertemuan ini akan melanjutkan sejarah panjang Google dalam keterlibatannya dengan Kongres, termasuk menyampaikan testimoni sebanyak tujuh kali kepada Kongres tahun ini.”

Presiden AS Donald Trump dan sejumlah tokoh terkemuka Partai Republik telah menuduh Facebook Inc., Google, dan Twitter Inc. membungkam suara-suara pendukung maupun sumber berita Republik/Konservatif di jejaring sosial dan platform online mereka.

Dalam cuitannya bulan lalu, Trump mengeluhkan bahwa media sosial benar-benar telah mendiskriminasikan pendapat dari pihak Republik/Konservatif. Sementara itu, Google tegas membantah membuat keputusan konten atas dasar kepentingan politik.

Seperti dilaporkan oleh Wall Street Journal, pertemuan nanti akan bersifat tertutup dan dipimpin Kevin McCarthy, Pemimpin Mayoritas DPR AS yang juga seorang anggota Partai Republik.

Seperti halnya Trump, McCarthy telah meningkatkan kritiknya terhadap Google dan situs-situs media sosial lain, dengan menyoroti sikap bias media sosial tersebut terhadap kalangan Konservatif AS.

Beberapa pekan lalu, sebuah situs berita sayap kanan mempublikasikan video dari tahun 2016 yang menunjukkan kekecewaan sejumlah eksekutif Alphabet Inc., orang tua Google, tentang terpilihnya Trump dalam pilpres. Ini berpotensi memberi petunjuk kepada anggota parlemen dari kubu Konservatif bahwa Google secara politis bias.

Awal bulan ini, Google menghadapi kritik tajam dari anggota parlemen karena gagal mengirimkan seorang pejabat eksekutif untuk bersaksi di depan sidang Komite Intelijen Senat mengenai agenda pemilu yang melibatkan platform-platform teknologi.

Keputusan Google untuk mengirimkan kepala hukum dan kebijakan Kent Walker saat itu ditolak oleh komite karena tidak dinilai tidak cukup berwenang. Sidang itu akhirnya hanya dihadiri COO Facebook Inc. Sheryl Sandberg dan CEO Twitter Inc. Jack Dorsey.

Tag : google
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top