AS-Korsel Capai Kesepakatan Dagang, Harapan untuk China?

Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan menandatangani perjanjian perdagangan bebas yang telah diperbaharui
Renat Sofie Andriani | 25 September 2018 08:30 WIB
Perang dagang AS China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan menandatangani perjanjian perdagangan bebas yang telah diperbaharui.

Langkah ini mendorong optimisme bahwa pasar ekspor untuk produk-produk pertanian Amerika tidak akan ditutup dan bahkan mungkin akan berkembang.

Pemimpin kedua negara, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korsel Moon Jae-in, menandatangani perjanjian itu pada Senin (24/9/2018) di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ini merupakan kesepakatan perdagangan besar pertama yang dicetak Trump di tengah meningkatnya tensi perdagangan global. Langkah ini pun menjadi kabar baik bagi para petani AS yang khawatir bahwa penutupan pasar ekspor, terutama China, akan memperburuk dampak dari harga rendah akibat meningkatnya pasokan jagung, kedelai, daging sapi, babi dan ayam.

Korea Selatan adalah pasar ekspor terbesar keenam untuk pertanian AS, dengan nilai sebesar US$6,9 miliar tahun lalu, menurut Federasi Biro Pertanian Amerika (AFBF).

Perjanjian perdagangan bebas antara kedua negara juga telah membantu Korea Selatan menjadi importir kedua terbesar untuk daging sapi AS setelah Jepang dalam hal penjualan. Ekspor daging babi AS juga telah meningkat.

“Pembaharuan kesepakatan perdagangan kami dengan Korea Selatan adalah berita baik yang sangat dibutuhkan dan menjadi dukungan bagi petani dan peternak kami di tengah pergulatan dalam ekonomi pertanian,” ujar Presiden AFBF, Zippy Duvall, dalam sebuah pernyataan pada Senin (24/9), seperti dikutip Bloomberg.

“Mengamankan pasar ekspor untuk produk-produk kami sangatlah penting, dan kami mendorong pemerintah untuk terus mendorong tercapainya keputusan dari perjanjian perdagangan lainnya,” lanjutnya.

Perjanjian yang dimaksud di antaranya dengan China, Meksiko, Kanada, serta tak ketinggalan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP). Trump menarik AS keluar dari perjanjian TPP tak lama setelah menjabat. Padahal, perjanjian TPP dapat meningkatkan ekspor pertanian AS sebesar US$4 miliar per tahun, menurut AFBF.

"Saya optimis atas efek domino dengan adanya KORUS [perjanjian perdagangan bebas AS-Korea], kemudian NAFTA baru, serta perjanjian-perjanjian baru dengan Uni Eropa, Jepang, dan terutama, China,” tutur Menteri Pertanian AS Sonny Perdue dalam pernyataannya.

Tag : perdagangan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top