Menristekdikti Tegaskan Tak Ada Lagi Dikotomi PTN & PTS

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyatakan tak perlu lagi mempermasalahkan dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 16 September 2018 01:55 WIB
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir - Antara/Wahyu Putro

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyatakan tak perlu lagi mempermasalahkan dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).

Menurutnya, saat ini yang dilihat oleh masyarakat luas adalah soal kualitas pendidikan yang dijalankan di perguruan tinggi tersebut. Dia berharap dikotomi antara PTN dan PTS segera hilang.

"Saya ingin menghilangkan dikotomi penguruan tinggi negeri dan swasta, dan meyakinkan kepada publik bahwa PTS juga bisa bersaing dengan PTN," tutur Nasir.

Dia mengemukakan hal itu mengisi saat kuliah umum di Universitas Kristen Satya Wacana, Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah, pada Sabtu (15/09/2018) seperti dikutip Bisnis dari laman resmi Kemenristekdikti.

Nasir mengatakan kemajuan era globalisasi tidak terbendung karena perkembangan teknologi yang makin canggih pada era revolusi industri 4.0 yang menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, atau yang lebih dikenal dengan fenomena disruptive innovation yang memacu dan meningkatkan persaingan secara positif bagi perguruan tinggi.

"Menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0 tersebut, pengajaran di perguruan tinggi pun dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan dosen berkualitas bagi generasi masa depan, dan melalui pembelajaran berkelanjutan yang diperoleh melalui proses Pembelajaran Sepanjang Hayat [PSH], tidak hanya dengan pengakuan terhadap perolehan gelar, tapi lebih bersifat sebagai cara memasuki sebuah program pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," tuturnya.

Nasir juga menyoroti mengenai perubahan yang terjadi di era ini. Dia mengatakan pembelajaran saat kini mulai melampaui batas-batas fisik.

Dia menyampaikan dengan melakukan hybrid/blended learning, perguruan tinggi dalam negeri dapat melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri yang tidak memiliki batasan dalam proses perkuliahan.

Tag : perguruan tinggi
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top