Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Syafruddin: DMI Tidak Berwenang Larang Parpol Gunakan Masjid untuk Jaring Massa

Tugas DMI hanya mengurusi persoalan umat dan masjid. Pelarangan terhadap partai politik untuk menggunakan masjid sebagai tempat kampanye merupakan kewenangan Majelis Ulama Indonesia.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 03 Agustus 2018  |  17:05 WIB
Ilustrasi:Massa dan kendaraan memadati kawasan Masjid Istiqlal, Jumat (4/11). - Antara/Wahyu Putro A
Ilustrasi:Massa dan kendaraan memadati kawasan Masjid Istiqlal, Jumat (4/11). - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA--Dewan Masjid Indonesia menyatakan tidak berwenang melarang partai politik yang menggunakan masjid sebagai tempat untuk menjaring massa pada Pemilu Presiden 2019. Tugas DMI adalah mengurusi masjid yang tidak terawat di Indonesia.

Menurut Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin, tugas DMI hanya mengurusi persoalan umat dan masjid. Pelarangan terhadap partai politik untuk menggunakan masjid sebagai tempat kampanye merupakan kewenangan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Ingat, DMI ini bukan Organisasi Kemasyarakatan, tetapi Organisasi Islam yang mengurusi masjid-masjid di Indonesia. Kami hanya mengurusi umat dan masjid dan tidak punya kewenangan untuk melarang. Kalau itu, kewenangan MUI," tuturnya, Jumat (3/8/2018).

Syafruddin mengakui jumlah anggota DMI terbatas jika harus melakukan pemantauan terhadap masjid yang digunakan sebagai tempat untuk berkampanye.

Dia berpandangan masyarakat memiliki peranan penting dalam melakukan pengawasan terhadap masjid yang ada di wilayahnya sendiri.

"Masjid ini kan tidak dikontrol pemerintah. Masjid ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat, jadi masyarakat yang harus mengontrol dan memonitor setiap masjid," kata pria yang sehari-hari bertugas menjabat sebagai Wakapolri ini.

Menurutnya, DMI dan MUI juga masih berkoordinasi aktif untuk memonitor jika ada sekelompok orang tertentu yang akan menyalahgunakan masjid bukan sebagai tempat untuk beribadah.

"Kami sudah lama berkoordinasi dengan MUI untuk hal itu. Intinya kami ini hanya mengurusi masjid saja, kalau pelarangan itu adanya di MUI," ujar Syafruddin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mui Dewan Masjid Indonesia Pilpres 2019
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top