Perlambatan Pasar Smartphone Mulai Tekan Samsung

Pendapatan bersih perusahaan asal Korea Selatan tersebut berada di bawah perkiraan analis karena pasar lesu memukul permintaan untuk smartphone Galaxy, bahkan ketika rival asal China meningkatkan persaingan mereka.
Aprianto Cahyo Nugroho | 31 Juli 2018 11:59 WIB
Calon pembeli antre untuk mendapatkan ponsel pintar Samsung Galaxy S9 dan S9 pada penjualan perdana di Jakarta, Jumat (16/3/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pelambatan di pasar smartphone global mulai berdampak pada kinerja Samsung Electronics Co.

Pendapatan bersih perusahaan asal Korea Selatan tersebut berada di bawah perkiraan analis karena lesunya pasar telah memukul permintaan untuk smartphone Galaxy. Bahkan ketika rival asal China meningkatkan persaingan mereka.

Berdasarkan laporan keuangan yang dilansir Bloomberg, pendapatan bersih Samsung mencapai 11 triliun won (US$9,8 miliar) pada kuartal II/2018, lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan analis yang dihimpun Bloomberg sebesar 11,6 triliun won.

Kinerja laba Samsung ini mencerminkan kesulitan dalam menopang bisnis ponsel pintarnya, meskipun mencatat permintaan yang kuat untuk chip memorinya. Pengiriman di pasar smartphone menurun setelah bertahun-tahun tumbuh pesat, sementara saingan di China seperti Huawei Technologies Co. dan Xiaomi Corp meraih pangsa pasar lebih banyak.

Rival asal China juga mengancam bisnis komponen display perusahaan dengan produk terbaru, mulai dari televisi yang lebih murah hingga layar smartphone canggih.

"Konsumen kehilangan kepercayaan bahwa versi smartphone berikutnya akan lebih pintar," kata Paul Swiercz, seorang profesor manajemen di George Washington University, seperti dikutip Bloomberg.

"Bahkan mereka yang ingin memiliki smartphone terbaru dan terbaik mengalami kesulitan membayar harga dengan margin tinggi untuk kinerja dan fitur yang telah diunggulkan (pada seri sebelumnya)," lanjutnya.

Laba operasional Samsung naik menjadi 14,9 triliun won, dengan penjualan mencapai 58,5 triliun won. Won Korea Selatan yang menguat terhadap euro dan beberapa mata uang utama lainnya, menghasilkan dampak negatif pada laba operasionbal kuartalan, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Sementara itu, tagihan pajak perusahaan juga naik menjadi sekitar 28% dari laba bersih sebelum pajak, 5% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Tag : Samsung Electronics
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top