PEMILU PAKISTAN: Mantan Bintang Kriket Jadi PM, Nawaz Sharif Akui Kekalahan

Partai penguasa Pakistan pada Jumat (27/7/2018) mengakui kekalahan dari mantan bintang kriket Imran Khan dalam pemilihan umum, yang menurut lembaga pengawas Uni Eropa tidak digelar secara adil.
Martin Sihombing | 28 Juli 2018 02:15 WIB
PEMILU PAKISTAN: Mantan Bintang Kriket Imran Khan Jadi perdana menteri - Reuters

Bisnis.com, ISLAMABAD  - Partai penguasa Pakistan pada Jumat (27/7/2018) mengakui kekalahan dari mantan bintang kriket Imran Khan dalam pemilihan umum, yang menurut lembaga pengawas Uni Eropa tidak digelar secara adil.

Dalam pidato kemenangan pada Kamis (26/7/2018), Khan menawarkan penyelidikan terhadap dugaan kecurangan pemilihan umum itu dan mengaku ingin menyatukan Pakistan di bawah kepemimpinannya.

Sebelumnya, partai pimpinan mantan perdana menteri Nawaz Sharif, yang dipenjara, menolak hasil perhitungan suara. Namun, pada Jumat, elit partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) mengisyaratkan  Khan akan menjadi perdana menteri berikutnya.

"Kami akan menempatkan diri sebagai oposisi," kata Hamza Shehbaz Sharif, saudara sepupu Nawaz Sharif.

Unsur militer Pakistan dituding mencampuri pemilihan umum pada Rabu itu untuk memenangkan Khan.

Lembaga Misi Pengawasan Pemilu Uni Eropa, dalam penemuan awalnya, mengatakan bahwa proses pemungutan suara pada tahun ini "tidak sebaik" pemilu tahun 2013. Selain itu, partai-partai yang bersaing juga tidak bermain dalam bidang permainan yang sama.

"Banyak pihak mengakui adanya upaya sistematis untuk menghancurkan partai penguasa melalui kasus korupsi, penghinaan terhadap pengadilan, dan dakwaan terorisme terhadap para pemimpin dan kandidat mereka," kata kepala lembaga tersebut, Michael Gahler, dalam jumpa pers.

Lembaga pengawas pemilu Uni Eropa menempatkan 120 orang yang mengunjungi 582 tempat pemungutan suara di semua provinsi kecuali Balukistan.

Gahler mengatakan bahwa pihaknya tidak menyaksikan secara langsung intervensi militer di tempat pemungutan suara yang mereka kunjungi.

"Pada hari pemilihan, pemungutan suara digelar secara transparan. Meski demikian, proses perhitungan yang ada bermasalah karena para staf tidak selalu menaati prosedur," kata Gahler.

Meski Khan kemungkinan besar tidak berhasil mendapatkan 137 kursi yang dibutuhkan untuk memuluskan jalannya menuju kursi perdana menteri, partainya, Tahreek-e-Insaf (PTI), kesulitan membentuk pemerintahan koalisi.

Perhitungan terbaru dari komisi pemilu Pakistan menunjukkan bahwa TPI mendapatkan 115 dari total 272 total kursi di Dewan Nasional.

Sementara itu, PML-N mendapatkan 62 kursi dan Partai Rakyat Pakistan (PPP), yang dipimpin oleh Bilawal Bhutto Zardari, anak dari mantan perdana menteri Benazir Bhutto, berada di urutan ketiga dengan 43 kursi.

"PML-N akan menjadi oposisi kuat," kata Shehbaz Sharif, pemimpin PML-N, yang juga saudara kandung Nawaz Sharif.

Sumber : ANTARA/REUTERS

Tag : pakistan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top