Bom Guncang Pakistan di Hari Pemilu

Geo TV melaporkan jumlah korban tewas sebanyak 18 orang, sedangan Samaa TV menyebut 20 orang meninggal dan menambahkan kemungkinan serangan itu adalah serangan bunuh diri.
Annisa Margrit | 25 Juli 2018 14:30 WIB
Masyarakat antre menunggu dibukanya Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Rawalpindi, Pakistan, Rabu (25/7). Negara Asia Selatan itu sedang menggelar Pemilu. - Reuters/Faisal Mahmood

Bisnis.com, JAKARTA -- Ledakan bom terjadi di tengah pelaksanaan Pemilu di Pakistan, menewaskan setidaknya 18 orang.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (25/7/2018), bom meledak di Quetta dalam sebuah serangan yang menyasar mobil polisi.

Geo TV melaporkan jumlah korban tewas sebanyak 18 orang, sedangan Samaa TV menyebut 20 orang meninggal dan menambahkan kemungkinan serangan itu adalah serangan bunuh diri.

Adapun Pemilu kali ini diikuti Tehreek-e-Insaf (PTI), Pakistan Muslim League-Nawaz (PML-N), dan Pakistan Peoples Party (PPP). PTI mengusung mantan atlet kriket Imran Khan, sedangkan PML-N adalah partai yang dipimpin mantan Perdana Menteri (Pakistan) Nawaz Sharif.

Sharif berada di penjara setelah ditangkap karena tuduhan korupsi pada awal bulan ini. Dia ditangkap segera setelah tiba di Pakistan dari Inggris, di mana dia menemani istrinya yang berobat karena kanker.

Persaingan antara PTI dan PML-N disebut cukup ketat. Ketiga partai peserta pemilu memperebutkan sekitar 106 juta suara.

"Imran Khan adalah satu-satunya harapan kami untuk mengubah negeri ini. Kami di sini untuk mendukungnya dalam perjuangannya melawan korupsi," ujar Tufail Aziz, pemilih yang tinggal di Peshawar.

Khan memang mengedepankan perlawanan terhadap korupsi dan menjanjikan negara Islam yang sejahtera. Dia membantah mendapat dukungan dari militer, seperti yang dituduhkan PML-N.

"Kita diapit mafia. Ini adalah para mafia yang mendapatkan uang dari negara dan membawanya ke luar negeri, membuat negeri ini dibebani utang," papar Khan dalam sebuah kampanye di Karachi, belum lama ini.

Sementara itu, PML-N menggunakan proyek infrakstruktur, terutama jalan dan fasilitas kelistrikan, sebagai bukti bahwa negara Asia Selatan itu sedang menuju kemakmuran.

"Jika kami mendapatkan kesempatan, kami akan mengubah nasib Pakistan. Kami akan menghapus pengangguran, menghapus kemiskinan, dan mempromosikan pendidikan," tutur Shehbaz Sharif, saudara lelaki Nawaz dan Presiden PML-N.

Sumber : Reuters

Tag : pakistan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top