Pertemuan Parpol Pendukung Jokowi Kerucutkan Cawapres 3 M

Pertemuan enam ketua umum parpol koalisi pendukung pemerintah di Istana Kepresidenan Bogor menghasilkan satu nama calon wakil presiden pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019.
John Andhi Oktaveri | 24 Juli 2018 21:20 WIB
Presiden Joko Widodo - Istimewa/Biro Pers Serpres

Bisnis.com, JAKARTA – Pertemuan enam ketua umum parpol koalisi pendukung pemerintah di Istana Kepresidenan Bogor menghasilkan satu nama calon wakil presiden pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Menanggapi hasil pertemuan itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, memprediksi salah satu nama dari tiga tokoh nasional akan maju sebagai cawapres Joko Widodo ialah Mahfud MD, Moeldoko, atau Ma’ruf Amin.

"Kemungkinan cawapres Jokowi mengerucut pada salah satu dari 3 M: Mahfud, Moeldoko, Maruf Amin,” ujarnya di Jakarta pada Selasa (24/7/2018).

Menurut Qodari, tiga nama tokoh itu memenuhi lima kriteria sebagai pendamping Joko Widodo. Pertama, ujarnya, berasal dari kalangan nonparpol dan kedua dapat menjawab isu SARA.

Sedangkan kriteria ketiga adalah berusia senior, kempat disetujui oleh Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri, dan kelima sesuai dengan kebutuhan Jokowi.

“Nonparpol, karena jika Pak Jokowi memilih cawapresnya dari orang parpol, parpol lain bisa cemburu," uajr Qodari.

Partai-partai politik, kata Qodari, sedang mengincar efek “ekor jas” untuk meningkatkan suara partainya. Jika Presiden Jokowi memilih cawapres dari figur salah satu partai politik dalam koalisinya, risikonya adalah perpecahan internal koalisi.

Adapun, terkait dengan figur yang dapat menjawab pertanyaan seputar isu SARA yang sering digunakan sebagai senjata oleh lawan-lawan politik Presiden Jokowi ada pada berlatara hijau santri atau hijau TNI-Polri. “Kira-kira begitu, hijaunya hijau militer-lah." ujar Qodari.

Menurut Qodari, kriteria ketiga ialah, jika Jokowi memilih cawapres yang relatif muda, cawapres itu bisa dianggap berambisi maju di pemilihan presiden 2024. Sebagai wakil presiden Jokowi, sosok itu akan menjadi calon kuat dalam pemilihan presiden 2024. "Nah, itu partai-partai yang lain enggak mau tuh kasih karpet merah sama kompetitor," ujar Qodari.

Selanjutnya, kriteria berikutnya cawapres Jokowi adalah mendapat persetujuan dari Megawati Sukarnoputri. Presiden Joko Widodo adalah kader PDIP. “Dengan demikian, harus mendapat izin dari ketua umumnya untuk mengusung seorang cawapres.”

Mengenai tokoh yang sesuai dengan kebutuhan Jokowi, sosok tersebut biasanya dari kalangan orang yang tegas dan berani, seperti halnya FX Hadi Rudyatmo pendamping Joko Widodo saat menjabat Wali Kota Solo atau bisa juga seperti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang pernah mendampinginnya saat memimpin DKI Jakarta.

Tag : cawapres, cawapres Jokowi
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top