Putri Ayako Tanggalkan Gelar Bangsawan Jepang Demi Karyawan Pengiriman Barang

Putri Ayako dari Putri keluarga kaisar Jepang dan calon suaminya, Kei Moriya, untuk pertama kali melakukan jumpa wartawan guna menceritakan rencana masa depan mereka, Senin (2/7/2018), waktu setempat.
JIBI | 03 Juli 2018 11:55 WIB
Putri Ayako dari Putri keluarga kaisar Jepang dan calon suaminya, Kei Moriya, untuk pertama kali melakukan jumpa wartawan guna menceritakan rencana masa depan mereka, Senin (2/7/2018), waktu setempat. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Putri Ayako dari Putri keluarga kaisar Jepang dan calon suaminya, Kei Moriya, untuk pertama kali melakukan jumpa wartawan guna menceritakan rencana masa depan mereka, Senin (2/7/2018), waktu setempat.

Putri Ayako akan meninggalkan gelar kebangsawanan karena menikahi rakyat biasa. Dia adalah anak bungsu dari Pangeran Takamodo dan Putri Hisako yang merupakan sepupu Kaisar Akihito.

Putri Ayako menjadi keluarga kekaisaran Jepang kedua yang akan melepaskan gelar kebangsawanan karena menikahi rakyat biasa.

"Dia melamar saya pada tahun ini di sebuah makan malam di restoran. Itu terjadi secara tiba-tiba dan saya meminta diberikan waktu untuk menjawabnya. Ketika kami berdua merasa hubungan ini semakin dalam, termasuk dengan keluarga, teman dan orang-orang terdekat kami, saya akhirnya pada keputusan dan menerima lamarannya," kata Putri Ayako.

Putri Ayako dan Moriya akan menikah pada 29 Oktober 2018. Keputusannya ini memaksanya meninggalkan gelar kebangsawanannya. Di bawah undang-undang Jepang, keluarga kerajaan yang menikahi rakyat biasa tidak lagi diizinkan menyandang gelar kebangsawanan mereka. Dengan begitu, kepergian Putri Ayako akan mengurangi jumlah anggota Kekaisaran Jepang menjadi 18 orang.

"Berkurangnya jumlah keluarga kekaisaran Jepang tentu terjadi, tetapi saya menahan diri dari memberikan komentar terkait ini, termasuk sistem kekaisaran itu sendiri karena saya tidak dalam posisi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut," kata Putri Ayako, seperti dikutip dari edition.cnn.com pada Selasa (3/7/2018).

Acara publik pertama pasangan Putri Ayako dan Moriya dinodai oleh pengumuman bahwa Kaisar Akihito telah menderita Cerebral Anemia. Dokter menyarankan Kaisar Akihito untuk beristirahat sehingga hal ini membuat Kaisar Akihito tidak dapat bertemu dengan pasangan berbahagia ini dalam acara publik pertama mereka.

Putri Ayako mengatakan telah menemui Kaisar Akihito dan menerima ucapan selamat yang hangat dari Kaisar Akihito.

Pertemuan Putri Ayako dan Moriya terjadi melalui orangtua keduanya. Ibu Putri Ayako yakni Putri Hisako mengenal ayah Moriya dari sebuah lembaga swadaya masyarakat tempat keduanya bekerja.

Putri Hisako lalu mengenalkan Putri Ayako pada lembaga tersebut agar anaknya terinspirasi dengan kegiatan amal.

Siapa sangka, panah asmara menancap saat Putri keluarga Kaisar Jepangitu dan Moriya berkenalan ketika ibu Moriya meninggal dunia pada 2015. Moriya adalah karyawan di sebuah perusahaan pengiriman barang.

Sumber : Tempo

Tag : jepang
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top