10 Juta Pendaftar CPNS 2018 Bakal Serbu Web SSCN

Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku Koordinator Pelaksana Seleksi Nasional Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) saat ini tengah menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan.
Yusran Yunus | 20 Juni 2018 14:57 WIB
Peserta seleksi CPNS, mengikuti computer assisted test (CAT). - depok.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku Koordinator Pelaksana Seleksi Nasional Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) saat ini tengah menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan.

Infrastruktur dimaksud dimulai dari proses pendaftaran secara online melalui https://sscn.bkn.go.id  (web SSCN), Seleksi Administrasi, sampai dengan proses Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

"Sambil menunggu pengumuman penerimaan CPNS resmi yang akan dikeluarkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB), BKN telah melakukan peningkatan kapasitas (upgrading) web SSCN. Upgrading dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas pengunjung karena diperkirakan akan terdapat 8-10 juta pendaftar," Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan dalam pernyataan resminya yamng diterima Bisnis, Rabu (20/6/2018).

Ridwan menjelaskan sistem helpdesk dan pengaduan akan dilaksanakan dengan lebih efektif, cepat, transparan dan efisien. Sistem helpdesk akan dibuat secara online (yang menyatu dengan web SSCN) maupun offline di Kantor Pusat BKN dan 14 Kantor Regional BKN.

Adapun pelaksanaan SKD dan SKB tetap menggunakan Computer Assisted Test (CAT) BKN dengan perbaikan SOP dan pengembangan fitur perangkat lunak. Karena diperkirakan penerimaan CPNS kali ini dimaksudkan untuk penambahan PNS di pusat dan daerah, maka titik-titik lokasi SKD dan SKB akan berada di 34 provinsi, dengan memperhitungkan jarak dan kendala transportasi peserta.

Sehubungan dengan itu, BKN sedang menjajaki kerja sama dengan BKD/BKPSDM/BKPP di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota yang memiliki fasilitas CAT. Penjajakan serupa dilakukan pula dengan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki fasilitas UKG dan UNBK.

"Dengan kebijakan rekrutmen yang kompetitif, adil, objektif, transparan, tidak KKN dan bebas biaya ini, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dalam menerima informasi yang berkaitan dengan penerimaan CPNS. Jangan pernah percaya jika ada pihak yang menjanjikan dapat membantu dalam penerimaan CPNS dengan atau tidak dengan imbalan tertentu," ujarnya.

Tag : cpns, bkn
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top