Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Bertemu Kim Kardashian, Trump Ringankan Hukuman Terpidana Narkoba

Perjuangan Kim Kardashian West untuk melobi dan Presiden AS melalui Jared Kushner yang mengupayakan agar terjadi reformasi hukuman penjara tidak sia-sia.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 07 Juni 2018  |  09:55 WIB
Bintang reality televisi Kim Kardashian (kedua dari kiri) meninggalkan West Wing setelah melakukan pertemuan di Gedung Putih di Washington, AS, 30 Mei 2018. - Reuters
Bintang reality televisi Kim Kardashian (kedua dari kiri) meninggalkan West Wing setelah melakukan pertemuan di Gedung Putih di Washington, AS, 30 Mei 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Perjuangan Kim Kardashian West untuk melobi Presiden AS Donald Trump lewat menantunya Jared Kushner tidak sia-sia.

Pada Rabu (6/6/2018) dilansir Reuters, pihak Gedung Putih mengatakan bahwa orang nomor satu AS itu untuk pertama kalinya menggunakan kekuatan grasi konstitusionalnya untuk meringankan hukuman penjara seumur hidup bagi terpidana kasus pelanggaran narkoba Alice Marie Johnson.

Alice Marie Johnson, 63, adalah seorang wanita dari Tennessee, yang telah menjalani lebih dari 20 tahun penjara atas tuduhan konspirasi narkoba dan pencucian uang. Johnson juga menjadi tahanan yang bersikap baik selama dua dekade terakhir.

"Pemerintah ini akan selalu sangat keras pada kejahatan, namun dia [Trump] percaya bahwa mereka yang telah membayar utang mereka kepada masyarakat dan bekerja keras untuk memperbaiki diri selama di penjara layak mendapat kesempatan kedua," ungkap juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti yang dikutip Reuters, Kamis (7/6/2018).

Meski Johnson dikatakan layak mendapatkan grasi dari Trump, namun menjadi perhatian tersendiri dan pengacara yang sebelumnya menjabat sebagai Pengacara Pardon AS di Departemen Kehakiman, Margaret Love  menyebut bahwa hal itu bisa menimbulkan kekhawatiran 'keadilan'.

"Ini belum pernah terjadi di dalam sejarah AS," ungkap Love.

Seorang pejabat Gedung Putih yang akrab dengan proses grasi mengatakan bahwa Trump terus memeriksa kasus-kasus orang yang dia yakini telah menjadi korban sistem peradilan pidana.

Pada pekan lalu Trump juga mengampuni komentator konservatif dan pembuat film Dinesh D’Souza, yang dihukum karena membuat sumbangan kampanye ilegal.

Dia juga mengampuni petinju kelas berat Jack Johnson, mantan Sherif Joe Arpaio yang kontroversial, dan Lewis "Scooter" Libby mantan asisten utama untuk mantan Wakil Presiden AS Dick Cheney.

Trump masih mempertimbangkan mengampuni Martha Stewart, yang dinyatakan bersalah dalam kasus perdagangan orang, dan mengomandani hukuman mantan Gubernur Illinois Rod Blagojevich, yang dihukum selama 14 tahun atas tuduhan korupsi, bersama dengan beberapa orang lainnya.

Stewart dan Blagojevich, keduanya memiliki hubungan dengan mantan acara TV Trump "Apprentice".

Namun pihak Gedung Putih membantah rumor yang mengatakan bahwa Trump hanya mempertimbangkan pengampunan untuk tokoh-tokoh terkenal.

"Sebagian besar permintaan grasi dilakukan oleh Kantor Pengacara Pengampunan Departemen Kehakiman, yang menerima ribuan permintaan dari tahanan setiap tahun," kata Mark Osler, seorang profesor hukum di Universitas St. Thomas di Minnesota.

Permintaan grasi biasanya ditinjau dulu oleh beberapa pengacara pemerintah sebelum diajukan kepada Presiden Trump.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kim kardashian Donald Trump
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top