Kampus UIII Diminta Bisa Diakses Warga

Koordinator Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok Heri Gonku berharap keberadaan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) jangan menghilangkan hak masyarakat sehingga bisa tetap diakses oleh masyarakat.
Newswire | 05 Juni 2018 13:19 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersama sejumlah menteri saat peletakan batu pertama pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat, Selasa (5/6/2018). - JIBI/Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, DEPOK – Koordinator Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok Heri Gonku berharap keberadaan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) jangan menghilangkan hak masyarakat sehingga bisa tetap diakses oleh masyarakat.

"Indahnya kampus UIII juga bisa menjadi ruang rekreatif bagi warga Depok yang bisa diakses seluas-luasnya," kata Heri ketika ditemui pada acara Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Kampus UIII di Depok, Jawa Barat, Selasa (5/6/2018).

Untuk itu, dia menyhatakan perlu diatur mekanismenya seperti apa sehingga tidak menganggu proses belajar mengajar. "Mungkin bisa juga dipagari saja 50 hektare diserahkan untuk jadi ruang terbuka publik bagi masyarakat Depok."

Menurut dia, ruang terbuka ini berupa kebun raya atau bentuk lainnya yang pengelolaannya oleh Depok, walaupun secara desain makro menjadi bagian kampus hijaunya UII. “Karena kalau berbicara Islam Nusantara, ini tentunya sadar kebersamaan.”

Heri mengatakan sejak Wali Kota Nur Mahmudi Ismail sudah diminta untuk menjadi semacam kebun raya atau kebun koleksi tanaman untuk menjadi paru-paru Depok. Heri mendukung pembangunan kampus UIII yang hanya 20 hektare dari luas tanah sekitar 143 hektare ini.

"Namun, jangan kampus UIII dipagar dan eksklusif hanya untuk kegiatan kampus," ungkapnya.

Pembangunan Kampus UIII dimulai dengan adanya peletakan batu pertama rencana pembangunan Kampus UIII di Kawasan Pemancar LPP RRI Cimanggis, Depok.

Presiden Joko Widodo berharap Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) akan menjadi pusat kajian, pusat penelitian peradaban Islam di Indonesia.

"Karena kita kenal sekarang ini di dunia sebagai negara besar, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sudah sewajarnya, sudah sepantasnya, sepatutnya Indonesia menjadi rujukan bagi kemajuan peradaban Islam di dunia," kata Kepala Negara.

Menurut Jokowi, Kampus UIII diharapkan sebagai tempat munculnya ide-ide guna mempercepat hadirnya kesejahteraan umat, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sumber : Antara

Tag : pendidikan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top