PILGUB JATENG 2018: Kasus KTP Elektronik Bisa Ganjal Ganjar Pranowo

Keterkaitan nama Ganjar Pranowo dengan perkara korupsi pengadaan KTP elektronik dinilai menjadi salah satu faktor penentu calon pemilih untuk tidak mencoblos tanda gambar petahana tersebut.
MG Noviarizal Fernandez | 28 Mei 2018 10:11 WIB
Cagub Jateng Ganjar Pranowo Saat Berdialog Dengan Nelayan Rembang. Bisnis.com - Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, JAKARTA -  Keterkaitan nama Ganjar Pranowo dengan perkara korupsi pengadaan KTP elektronik dinilai menjadi salah satu faktor penentu calon pemilih untuk tidak mencoblos tanda gambar petahana tersebut.

Hal itu terekam dalam survei kontestasi Pilkada Jawa Tengah yang digelar Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) 9-22 Mei 2018 yang hasilnya dirilis, Senin (28/5/2018). Dalam survei itu, elektabilitas Ganjar-Taj Yasin hanya mencapai 43,8% dibandingkan Sudirman Said-Ida Fauziyah yang mencapai 51,3% dan 4,9% responden tidak memberikan jawaban.

Direktur Eksekutif LKPI Arifin Nur Cahyono mengatakan adapun alasan para responden untuk tidak memilih Ganjar Pranowo karena politisi PDIP tersebut masih dikaitkan dengan perkara korupsi pengadaan KTP elektronik. Dalam dakwaan rangkaian perkara tersebut, penuntut umum menyebut Ganjar Pranowo menerima aliran dana terkait korupsi tersebut meski dibantah olehnya.

“Sementara yang 43,8% responden memilih Ganjar Pranowo beralasan jika Ganjar terlibat kasus e-KTP maka masih ada wakil yang akan menggantikan sehingga mereka tidak mempermasalahkan keterkaitan Ganjar dengan perkara tersebut,” katanya.

Sebaliknya, para responden yang memilih Sudirman Said menganggap mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut merupakan tokoh yang bersih, karena pernah berupaya membongkar niatan Setya Novanto dan Reza Chalid dalam skandal papa minta saham ke PT Freeport Indonesia yang saat itu dipimpin oleh Maroef Sjamsoeddin.

Dia mengatakan bahwa masyarakat Jawa Tengah tergolong unik, karena dalam menentukan pilihan politik berdasarkan pertimbangan logika, nilai-nilai falsafah Jawa seperti swadana maharjeng tursita yang berarti pemimpin haruslah memiliki sosok intelektual, berilmu, jujur maupun bahni bahna amurbeng jurit atau memberikan keteladanan dan membela keadilan, juga turut diajdikan pegangan.

Survei LKPI kali ini melibatkan 2.220 responden yang tersebar di 35 daerah tingkat II mengunakan metode multi stage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,08% dan tingkat kepercayaan 95%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pilgub jateng 2018

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top