Marak Aksi Teroris, Begini Komentar Partai Gerindra

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani meminta pemerintah segera terbuka kepada publik atas apa yang terjadi dibalik aksi terorisme beruntun di Indonesia.
John Andhi Oktaveri | 16 Mei 2018 16:34 WIB
Anggota Satbrimob Polda Jawa Timur berjaga di lokasi penggeledahan rumah terduga teroris di kawasan Sikatan, Manukan Wetan, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/5). Menurut Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, Densus 88 Mabes Polri melumpuhkan satu orang terduga teroris dalam baku tembak dan melakukan penguraian bahan peledak di lokasi tersebut. - ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani meminta pemerintah segera terbuka kepada publik atas apa yang terjadi dibalik aksi terorisme beruntun di Indonesia.

Dia menilai insiden di Riau hari ini, Rabu (16/5/2018), yang merupakan rentetan dari kejadian di Surabaya dan Mako Brimob Depok merupakan rangkaian kejadian yang sangat memprihatinkan.

Karena itu, kata Anggota Komisi I DPR, pemerintah dalam hal ini aparat keamanan kepolisian diminta menjelasakan persoalan tersebut dengan gamblang, baik dilakukan secara terbuka maupun tertutup.

"Menurut saya ini menjadi penting supaya tidak perlu ditutup-tutupi lagi, persoalan ini supaya jelas, sehingga kita tau di mana kita harus mengambil posisi untuk membantu Negara, agar Negara ini betul-betul selamat dari gangguan-gangguan ini," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Rabu (16/5/2018).

Teror yang berlangsung selama seminggu ini, menurut Muzani, membuktikan bahwa pihak aparat penegak hukum tidak sigap menghadapi teror yang sudah sedemikian meresahkan masyarakat.

"Menurut kami sekali lagi ini adalah ketidaksiapan kita berkali-kali yang kami selalu ingatkan adalah 'problem kemendadakan'. Kita selalu tidak siap dengan problem kemendadakan ini," Muzani menyesalkan.

Menurutnya, untuk menyelesaikan teror di Tanah Air mutlak diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Artinya persoalan itu tidak bisa hanya diselesaikan oleh penegak hukum.

"Kita tidak bisa membiarkan negara kita menjadi bulan-bulanan oleh sekelompok kecil orang yang merendahkan martabat kita yang pada akhirnya akan mengacaubalaukan kekuatan-kekuatan kita selain menggangu persatuan dan persaudaraan kita,” kata Muzani.

Tag : bom
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top