Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RUU Anti-Terorisme Penting & Mendesak Disahkan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Anti-Terorisme dinilai sangat penting untuk segera disahkan mengingat ancaman teror dari para pelaku teroris yang tidak berhenti sampai saat ini di Indonesia.
Satuan Brimob Polda Jatim bersiaga di depan Polrestabes Surabaya pascaledakan bom, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018). Ledakan terjadi pada Senin (14/5) pagi di pos penjagaan pintu masuk Polrestabes Surabaya./JIBI-Wahyu Darmawan
Satuan Brimob Polda Jatim bersiaga di depan Polrestabes Surabaya pascaledakan bom, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018). Ledakan terjadi pada Senin (14/5) pagi di pos penjagaan pintu masuk Polrestabes Surabaya./JIBI-Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Rancangan Undang-Undang (RUU) Anti-Terorisme dinilai sangat penting untuk segera disahkan mengingat ancaman teror dari para pelaku teroris yang tidak berhenti sampai saat ini di Indonesia.

Ketua Prodi Islamic Studies Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Moh. Sabri AR menilai Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 atau Instruksi Presiden (Inpres) No. 24 Tahun 2003 dinilai belum cukup untuk mendorong Kepolisian dalam memberantas terorisme di Indonesia. Menurut Sabri, pengesahan RUU Terorisme dinilai sangat penting dan tidak boleh ditunda-tunda lagi mengingat ancaman teror terus meningkat di Tanah Air.

"RUU ini adalah kepentingan nasional. DPR dan Pemerintah tidak bisa menunda-nunda lagi pengesahan RUU ini, sehingga Polisi bisa cepat menindak teroris hingga masuk ke sel," tuturnya, Selasa (15/5/2018).

Dia optimistis jika RUU Terorisme itu disahkan, kewenangan Kepolisian bisa lebih luas dalam menangani tindak pidana terorisme. Selain itu, dia mengatakan Kepolisian juga bisa langsung melakukan penindakan terhadap seseorang yang terbukti berafiliasi dengan ideologi kelompok teroris tertentu.

"Kalau sudah terbukti masuk ke dalam ideologi teroris, bisa langsung ditindak. Jadi tidak perlu menunggu korban dulu baru ditindak," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fajar Sidik
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper