Gerindra Yakin Elektabilitas Prabowo Kalahkan Jokowi, Begini Perhitungannya

Gerindra Yakin Elektabilitas Prabowo Kalahkan Jokowi, Begini Perhitungannya
Newswire | 20 April 2018 17:30 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto - ANTARA /Setpres Agus Suparto

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan Prabowo akan segera turun menyerap aspirasi masyarakat untuk mendongkrak elektabilitas. Partai itu optimistis elektabilitas ketua umumnya akan bisa mengimbangi Jokowi.

Menurut Andre, elektabilitas Jokowi paling tinggi berkisar pada angka 40-45 persen. Sedangkan elektabilitas Prabowo yang belum bergerak saja sudah berkisar 20-30 persen.

"Kalau Prabowo sudah turun pasti elektabilitasnya naik."

Andre menilai wajar adanya disparitas elektabilitas antara Jokowi dan Prabowo yang terpaut hingga 10 persen. Semestinya, kata dia, sebagai inkumben, elektabilitas Jokowi bisa di atas angka 40-45 persen. Elektabilitas Jokowi terus dipoles dengan pencitraan.

"Pencitraannya luar biasa.” Pencitraan Jokowi, ujar Andre, dilakukan dengan berbagai cara. “Nonton bioskop, naik chopper, mencoba menghipnotis dengan berbagai pencitraan.”

Hasil survei Cyrus Network menunjukkan Joko Widodo menang jika pemilihan presiden dilakukan saat ini. Nama Prabowo Subianto dan Gatot Nurmatyo menyusul di urutan dua dan tiga perolehan suara.

Survei yang dilaksanakan pada 27 Maret - 3 April 2018 itu menunjukkan elektabilitas Jokowi dalam top of mind sebesar 58,5 persen. Sedangkan Prabowo sebesar 21,8 persen. Menyusul di urutan ketiga Gatot Nurmantyo meraih elektabilitas 2,0 persen. Tingkat kepercayaan survei Cyrus Network, kata Eko, sebesar 95 persen dengan margin of error kurang lebih 3 persen. Sampel survei itu 1230 responden di 123 kelurahan desa terpilih di 34 provinsi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi, prabowo subianto

Sumber : Tempo
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top