UGM Usulkan Prof. Sardjito Jadi Pahlawan Nasional. Rektor Minta Dukungan Wapres JK

Universitas Gadjah Mada meminta dukungan Wapres Jusuf Kalla agar almarhum Prof Dr Sardjito, rektor pertama Universitas Gadjah Mada, ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Newswire | 12 April 2018 12:35 WIB
Seminar tentang Prof Sardjito di UGM - ugm.ac.id

Bisnis.com, JAKARTA - Universitas Gadjah Mada meminta dukungan Wapres Jusuf Kalla agar  almarhum Prof Dr Sardjito, rektor pertama Universitas Gadjah Mada, ditetapkan sebagai pahlawan nasional. 

Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono, Kamis (12/4/2018) menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta untuk membahas usulan penetapan Sardjito sebagai pahlawan nasional tersebut.

"Pembahasannya terkait dengan pengusulan Sardjito, sebagai rektor pertama UGM dan juga perintis Palang Merah Indonesia, sebagai pahlawan nasional. Setelah melalui proses yang komplet, kami kemudian beraudiensi dengan Pak Wapres [Jusuf Kalla])," kata Panut di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis.

Panut menjelaskan pertimbangan usulan tersebut didasarkan pada jasa-jasa Sardjito selama masa kemerdekaan dalam membantu menyediakan ransum bagi para pejuang saat itu.

Selain itu, Sardjito dianggap sebagai sosok yang merintis pembentukan lembaga kemanusiaan PMI yang saat ini dipimpin Jusuf Kalla sebagai ketua umum.

"Pertimbangannya adalah karena Prof Sardjito dulu sebagai perintis PMI dan Pak Wapres sebagai Ketua PMI Nasional. Kami memohon dukungan begitu, agar proses pengusulan ini nanti bisa lancar," tambahnya.

Proses pengusulan tersebut telah dilakukan dengan menggelar seminar tingkat regional di Yogyakarta, begitu juga seminar nasional, terkait usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Sardjito.

"Naskah akademik sudah kami lengkapi dan segera kami kirim ke Kementerian Sosial. Tanggapan Pak Wapres positif," kata Guru Besar Fakultas Teknik UGM itu.

Sementara itu, Sejarawan UGM Djoko Suryo menjelaskan peran Sardjito dalam masa perjuangan Indonesia menuju kemerdekaan sangat penting.

Sardjito membantu menyelamatkan obat-obatan dan vaksin pada saat pemindahan Institut Pasteur dari Bandung ke Klaten.

"Ketika Bandung diserbu pasukan Belanda, dia itu menyelamatkan vaksin berguna untuk dikirim ke Yogya dan Klaten dengan menggunakan kerbau. Kemudian vaksinnya diambil dari kerbau itu dan dikembangkan untuk para pejuang," tutur Djoko Suryo.

Sardjito lahir di Magetan, Jawa Timur pada 13 Agustus 1889, dan menjadi rektor pertama UGM dan rektor ketiga Universitas Islam Indonesia (UII). Namanya kini diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito di Yogyakarta.

Sumber : Antara

Tag : pahlawan nasional.
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top