Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BNI Smart Hospital Diimplementasikan di RSUD Pulau Morotai

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mengimplementasikan BNI Smart Hospital di RSUD Pulau Morotai.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 23 Maret 2018  |  20:10 WIB
Serah terima SIM RS oleh Head Of Network and Services BNI Wilayah Manado Dewanta Ary Wardhana (kedua dari kanan) ke Direktur RSUD Pulau Morotai Julys Giscard Kroons (ketiga dari kanan), disaksikan Bupati Pulau Morotai Beni Laos (kiri). - Istimewa
Serah terima SIM RS oleh Head Of Network and Services BNI Wilayah Manado Dewanta Ary Wardhana (kedua dari kanan) ke Direktur RSUD Pulau Morotai Julys Giscard Kroons (ketiga dari kanan), disaksikan Bupati Pulau Morotai Beni Laos (kiri). - Istimewa

Bisnis.com, MANADO –  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mengimplementasikan BNI Smart Hospital di RSUD Pulau Morotai.

Head Of Network and Services BNI Wilayah Manado Dewanta Ary Wardhana sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No. 82/2013, setiap rumah sakit (RS) wajib melakukan pencatatan dan pelaporan semua kegiatan penyelenggaraan RS dalam bentuk Sistem Informasi Manajemen (SIM).

“Yang akan diimplementasikan di RSUD Pulau Morotai ini dikembangkan berdasar SIM RS Generic Open Source (GOS), yang disesuaikan dengan kebutuhan manajemen informasi bagi RS sebagai langkah menuju smart hospital,” ujarnya melalui pesan singkat, seperti dikutip Jumat (23/3/2018).

Dengan BNI Smart Hospital, sambungnya, proses pelayanan kesehatan diharapkan mampu berjalan efektif dan efisien. Dengan demikain, akan ada tata kelola manajemen rumah sakit yang baik serta dapat dipertanggungjawabkan. Kualitas layanan RS, imbuhnya, menjadi tujuan akhir sistem BNI Smart Hospital.

Berbagai permasalahan diestimasi dapat teratasi dengan sistem ini. Permasalahan itu a.l. terkait lamanya daftar tunggu pasien; tidak teraturnya jadwal pengambilan obat; belum adanya validasi limit obat yang diklaim BPJS – sehingga menyebabkan kerugian pada RS –; serta belum adanya validasi diagnosis yang diklaim BPJS Kesehatan.

Selain itu, ada pula masalah lamanya proses pelayanan pasien karena banyaknya pengolahan data secara manual; duplikasi data pasien; masih manualnya pencarian data BPJS (terpisah dari SIM RS) karena belum terintegrasi dengan server BPJS; serta masalah integrasi BPJS dan surat eligibilitas peserta, setting limit obat, dan setting diagnosis klaim.

Dengan BNI Smart Hospital, ada implementasi proses pelayanan rumah sakit yang masih manual ke dalam sistem sehingga mempercepat proses. Selain itu, ada implementasi laporan yang masih manual ke dalam sistem sehingga memudahkan petugas rumah sakit dalam pengolahan data.

Dewanta mengatakan keunggulan lain dari BNI Smart Hospital a.l. integrasi dengan BPJS Kesehatan, integrasi dengan INA-CBGs, integrasi dengan mesin antrean, integrasi dengan mesin cetak gelang, serta bisa diintegrasikan dengan perusahaan obat besar dalam early warning system atas ketersediaan obat-obatan.

“Dapat diimplementasikan dengan semua tingkat RS mulai dari kelas D sampai dengan kelas A,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bni
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top