Pilgub Jatim 2018: Survei 3 Lembaga Ini Unggulkan Siapa?

Pertarungan sengit diprediksi bakal terjadi di pemilihan gubernur Jawa Timur pada Juni mendatang. Dua pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur memiliki tingkat elektabilitas berbeda dari lembaga survei berbeda pula.
Stefanus Arief Setiaji | 22 Maret 2018 19:18 WIB
Warga memerlihatkan jarinya seusai menggunakan hak pilih - Reuters/Beawiharta

Kabar24.com, JAKARTA — Pertarungan sengit diprediksi bakal terjadi di pemilihan gubernur Jawa Timur pada Juni mendatang. Dua pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur memiliki tingkat elektabilitas berbeda dari lembaga survei berbeda pula.

Dari jejak pendapat, tiga lembaga survei, pasangan nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak unggul dari sisi elektabilitas dari lembaga survei Poltracking Indonesia.

Adapun pasangan nomor urut dua, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno mampu unggul elektabilitas dari dua lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) dan Charta Politika Indonesia.

Temuan Charta Politika yang dirilis Rabu (21/3/2018) di Hotel Atlet Century memberi gambaran tingkat keterpilihan pasangan cagub-cawagub Jatim Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno mengungguli pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Apabila pemilihan gubernur Jawa Timur berlangsung saat survei digelar (3-8 Maret 2018), Gus Ipul-Puti Soekarno memiliki elektabilitas 44,8% dibandingkan dengan pasangan Khofifah-Emil 38,1%.

Dari sisi popularitas dan kesukaan responden di Jatim, Khofifah mengungguli Gus Ipul. Responden yang mengenal Khofifah mencapai 92,9%, sedangkan Gus Ipul 91,7%. Sementara itu, dari tingkat kesukaan, Khofifah memiliki 87,8% sedangkan Gus Ipul 85,4/.

Adapun tingkat keterkenalan calon wakil gubernur Emil Dardak lebih tinggi dari Puti Guntur Soekarno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
khofifah, Pilkada Serentak, pilgub jatim 2018

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top