Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Uang Gereja Hilang, Seorang Uskup Ditahan

Kepolisian Brasil telah menahan seorang uskup Katolik di bagian tengah negara tersebut atas tuduhan korupsi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 20 Maret 2018  |  17:08 WIB
Ilustrasi gereja - Reuters
Ilustrasi gereja - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA--Kepolisian Brasil telah menahan seorang uskup Katolik di bagian tengah negara tersebut atas tuduhan korupsi.

Uskup José Ronaldo dan enam romo lainnya dituduh mengalihkan uang persembahan dari para umat gereja ke tiga wilayah di sekitar ibu kota Brasilia.

Jaksa menyatakan aparat masih menyelidiki hilangnya uang sebesar Rp8,2 miliar tersebut. Uang itu berada di sejumlah rekening milik gereja di Kota Formosa sebagaimana dikutip BBC.com, Selasa (20/3).

Kepolisian mengatakan bakal ada penangkapan lagi terkait kasus ini.

Penyelidikan kasus tersebut bermula pada 2015 menyusul keluhan dari para jemaat setahun setelah José Ronaldo diangkat sebagai uskup Kota Formosa.

Mereka mengeluh sejumlah uang hilang dari kotak persembahan gereja. Begitu jug dengan uang sumbangan donatur, pernikahan, dan upacara pembaptisan.

Kepolisian dan kejaksaan menyatakan telah menggeledah bangunan gereja, kediaman romo, dan biara.

Dalam wawancara dengan media lokal dua tahun lalu, Uskup José Ronaldo membantah telah melakukan kesalahan.

Dia mengklaim uang dari para jemaat dipakai membiayai kediaman romo, seminari, dan berbagai aset gereja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gereja pencurian uskup
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top