Wina Pertahankan Predikat Kota Paling Layak Huni, Baghdad Terburuk

Ibu kota Austria, Wina, sekali lagi mempertahankan predikatnya sebagai kota yang menawarkan kualitas hidup terbaik di dunia.
Renat Sofie Andriani | 20 Maret 2018 12:57 WIB
Wina, Austria - web

Kabar24.com, JAKARTA – Ibu kota Austria, Wina, sekali lagi mempertahankan predikatnya sebagai kota yang menawarkan kualitas hidup terbaik di dunia.

Di sisi lain, ibu kota Irak Baghdad tetap menjadi yang terburuk berdasarkan survei tahunan yang dirilis perusahaan konsultan ternama Mercer.

Dilansir CNBC, Selasa (20/3/2018), delapan dari 10 kota ternyaman di dunia datang dari Eropa. Jerman dan Swiss masing-masing menempatkan tiga kotanya dalam daftar 10 besar, sedangkan Selandia Baru, Kanada, dan Australia masing-masing menempatkan satu kotanya.

Dengan populasi sebesar 1,8 juta, Wina menduduki puncak survei untuk tahun kesembilan berturut-turut, ditunjang tempat budaya yang dinamis, perawatan kesehatan komprehensif, dan biaya perumahan moderat.

Mengekor posisi Wina berturut-turut adalah Zurich di Swiss, Auckland Selandia Baru, dan Munich Jerman, sebagai kota paling nyaman dihuni di dunia. Selanjutnya pada posisi kelima adalah Vancouver Kanada yang sekaligus menjadi kota paling nyaman dihuni di Amerika Utara.

Singapura yang menempati peringkat 25 dan Montevideo di peringkat 77 dunia, masing-masing menduduki posisi teratas kota ternyaman di Asia dan Amerika Latin. Adapun Durban Afrika menjadi kota terbaik asal Afrika dan menempati posisi 89.

Setahun sebelum Inggris diperkirakan akan resmi meninggalkan Uni Eropa, kota dengan peringkat tertinggi, London, turun satu peringkat ke posisi 41 dalam perbandingan tahunan.

“Kota-kota di Inggris terus menduduki peringkat tinggi untuk kualitas hidup, dan tetap menjadi tujuan menarik bagi perusahaan multinasional dan karyawannya,” kata Kate Fitzpatrick, pemimpin Mercer Global Mobility Practice untuk Inggris dan Irlandia.

Dalam 20 tahun terakhir, standar hidup mengalami peningkatan terbesar di beberapa kota di timur Eropa seperti Sarajevo dan Bratislava. Masing-masing kota ini, berdasarkan laporan tersebut, menempati posisi 159 dan 80.

“Sebagai hasil dari peningkatan standar hidup, pasar tenaga kerja yang kompetitif, dan ketersediaan sumber daya, banyak dari kota-kota ini telah mulai menarik bisnis multinasional untuk membangun operasi baru,” jelas Martine Ferland, Presiden Eropa dan Pasifik.

Di sisi lain, Baghdad telah berada di urutan terbawah daftar kota dengan kualitas hidup terbaik dunia selama satu dekade. Gelombang kekerasan sektarian telah melanda kota tersebut sejak invasi yang dipimpin Amerika pada 2003.

Sementara itu, ibu kota Yaman, Sanaa, yang hancur akibat konflik, terpaut dua peringkat setelah Baghdad. Adapun kota Damaskus di Suriah, yang dilanda perang saudara selama tujuh tahun, terpaut enam peringkat dengan Baghdad.

Survei Mercer terhadap 231 kota membantu perusahaan dan organisasi menentukan kompensasi dan tunjangan bagi staf internasional. Kriteria penilaian mencakup stabilitas politik, perawatan kesehatan, pendidikan, tingkat kejahatan, rekreasi, dan transportasi.

 

Tag : kota
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top