Badung Pacu Kunjungan Wisatawan Jerman ke Bali

Pada 2017, jumlah kunjungan wisatawan Jerman tercatat sebanyak 177.184 orang atau meningkat 15,11% dari tahun sebelumnya yang sebanyak 153.925 orang.
Ema Sukarelawanto | 18 Maret 2018 12:48 WIB
Wisatawan berjemur saat umat Hindu melaksanakan upacara Melasti di Pantai Kuta, Badung, Bali, Sabtu (25/3). - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR — Pemerintah Kabupaten Badung memacu kunjungan wisatawan Jerman yang pada 2017 mencatat kenaikan 15,11%.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Made Badra mengatakan sepanjang tahun lalu, wisatawan asal Jerman yang datang ke Bali menduduki peringkat ke-8 setelah China, Australia, India, Jepang, Inggris, AS, dan Prancis.

Pada 2017, jumlah kunjungan wisatawan Jerman tercatat sebanyak 177.184 orang atau meningkat 15,11% dari tahun sebelumnya yang sebanyak 153.925 orang.

“Pada 2018, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Jerman ditargetkan mencapai 230.340 orang atau naik sekitar 30%. Kami sangat optimistis,” ujarnya, Minggu (18/3/2018).

Menurut Badra, keyakinan itu didasari atas sambutan para buyer saat tim promosi pariwisata Badung melakukan misi penjualan ke Jerman pada pekan lalu. Dua kota yakni Berlin dan Munich menjadi pilihan untuk dijadikan tempat promosi.

Dia menerangkan kedua lokasi tersebut merupakan kota utama dan kedua di Jerman yang terkenal dan memiliki potensi wisatawan yang cukup besar. Tim promosi melakukan pertemuan penjual dan pembeli di Hotel Bristol Berlin dan Pullman Hotel Munich.

Tak ketinggalan, pertemuan dengan wholesaler di ajang utama Internationale Tourismus Börse (ITB) Berlin.

"Melalui sejumlah pertemuan tersebut, kami berharap perusahaan perjalanan di Eropa, khususnya Jerman, untuk selalu ingat Bali atau Badung dan mengirimkan warganya berwisata ke Pulau Dewata,” tutur Badra.

Pertemuan yang dihadiri pimpinan Singapore Airlines itu juga diharapkan menghasilkan rencana kerja sama penerbangan langsung dari Munich ke Bali secara berkesinambungan, agar target kunjungan wisatawan pangsa pasar Jerman terpenuhi.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung IGN Rai Suryawijaya menyatakan sekitar 53% kunjungan wisatawan Jerman ke luar negeri ditujukan untuk berlibur. Sementara itu, 19% lainnya untuk mengunjungi teman dan kerabat, 7% untuk kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), dan sisanya untuk mempelajari budaya.

Pangsa pasar Jerman sangat menyukasi perjalanan wisata ke Spanyol, Yunani, Turki, Mesir, Bulgaria, dan Tunisia. Perjalanan yang dekat menuju wisata kota dunia di Eropa dan Timur Tengah, menjadi alasan tepat bagi wisatawan Jerman untuk berkunjung.

“Ini menjadi tantangan Badung untuk merebut perhatian mereka agar melirik Bali. Upaya penerbangan yang memudahkan perjalanan wisatawan Jerman ke Bali telah dilakukan dengan menggandeng maskapai penerbangan,” paparnya.

Selama ITB Berlin berlangsung, tim promosi pariwisata Badung melakukan pertemuan sejumlah pihak, terutama untuk meraih kunjungan wisatawan MICE ke Badung-Bali, di luar pangsa pasar leisure yang sudah menjadi bagian utama dari tujuan perjalanan wisatawan Eropa.

Para peserta dari Kabupaten Badung masih mendominasi keikutsertaan pasar pariwisata dunia ITB Berlin dari Bali. Dari 126 seller, sebanyak 75% di antaranya peserta dari Badung.

Secara keseluruhan, tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menargetkan 7 juta kunjungan wisatawan, sama dengan yang dipatok Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Hal ini karena 99% lebih wisman ke Bali masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang terletak di Kabupaten Badung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top