Pemprov Sumsel Evaluasi Kinerja BUMD

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) akan melakukan evaluasi secara lebih intensif terhadap kinerja seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai upaya dalam mengoptimalkan peranan BUMD terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Dinda Wulandari | 16 Maret 2018 14:18 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) akan melakukan evaluasi secara lebih intensif terhadap kinerja seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai upaya dalam mengoptimalkan peranan BUMD terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumsel Afrian Joni mengatakan pihaknya akan melakukan kajian terhadap tujuh BUMD milik Pemprov Sumsel.

“Dengan demikian dapat diketahui sumbangsih BUMD tersebut kepada Pemprov selama ini sudah sesuai atau belum dan dapat juga mengetahui kondisi kesehatan dari perusahaan itu sendiri,” ujarnya, Jumat (16/3/2018).

Ketujuh BUMD yang dimaksud adalah PT Jamkrida Sumsel, PT Jakabaring Sport City (JSC), PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS), PD Perhotelan Swarna Dwipa, Bank Sumsel Babel, PD Pertambangan dan Energi (PDPDE), dan PD Prodexim.

Joni mengemukakan ada beberapa aspek yang akan dikaji, antara lain dari kelayakan ekonomi, pelayanan, analisa keuangan dan pasar. Hasil evaluasi ini juga akan menjadi bahan pertimbangan Pemprov Sumsel dalam merencanakan suntikan modal tambahan kepada BUMD terkait di kemudian hari.

“Kemudian, jika nantinya diketahui ada yang tidak sesuai dari salah satu BUMD tersebut, pemegang saham dapat mengambil kebijkaan untuk diusulkan restrukturisasi pada tubuh perusahaan tersebut,” terangnya.

Evaluasi juga direncanakan dilakukan secara berkala atau beberapa kali dalam setahun. Adapun restrukturisasi yang dimaksud merupakan perubahan struktur perusahaan dengan tujuan untuk memperbaiki dan memaksimalkan kinerja perusahaan.

Perbaikan tersebut menyangkut berbagai aspek mulai dari perbaikan portofolio perusahaan, perbaikan permodalan, perampingan manajemen, perbaikan sistem pengelolaan perusahaan, sampai perbaikan sumber daya manusia.

Afrian menambahkan saat ini BUMD yang sudah diajukan untuk dilakukan restrukturisasi yakni Perusahaan Daerah (PD) Prodexim. Hal itu dilakukan mengingat perusahaan tersebut kondisinya dapat dikatakan masuk dalam kategori tidak sehat.

“Perusahaan ini rencananya akan ‘dihidupkan’ kembali,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga tengah mengajukan suntikan modal untuk perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan tersebut. Jika nantinya sudah tidak ada lagi permasalahan di tubuh perusahaan, maka inti bisnis perusaan yang ada saat ini akan diperluas dan salah satunya adalah mengelola lahan Transit Oriented Development (TOD) di beberapa stasiun LRT.

Tag : pemprov sumsel
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top