Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CPIN Bangun Kandang Unggas Close House Berkapasitas 20.000 Ekor di Unhas

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. membangun kandang berteknologi close house di Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai upaya mendorong industri peternakan unggas dengan pelibatan instansi pendidikan.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 09 Maret 2018  |  08:40 WIB
CPIN Bangun Kandang Unggas Close House Berkapasitas 20.000 Ekor di Unhas
Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) Thomas Effendy (ketiga kiri) menjelaskan ke awak media mengenai pembangunan kandang close house yang dibangun perseroan di Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (9/3). - Bisnis/Amri Nur Rahmat

Bisnis.com, MAKASSAR -- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. membangun kandang berteknologi close house di Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai upaya mendorong industri peternakan unggas dengan pelibatan instansi pendidikan.

Emiten pakan ternak berkode saham CPIN itu juga menyediakan fasilitas penunjang lainnya yang memungkinan dimanfaatkan civitas akademika Unhas dalam melakukan riset dan pengembangan sektor unggas berbasis teknologi.

Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia Thomas Effendy mengatakan realisasi kandang close house itu menjadi bagian dari jalinan kerjasama perseroan dengan empat perguruan tinggi di Tanah Air, yang salah satunya adalah Universitas Hasanuddin (Unhas).

"Kandang teknologi close house di Unhas ini merupakan yang ketiga kami bangun. Kapasitasnya mencapai 20.000 ekor," paparnya di sela-sela peresmian Kandang Close House di Makassar, Jumat (9/3/2018).

Sebagai informasi, kandang ayam dengan teknologi close house adalah kandang tertutup yang menjamin keamanan secara biologi atau kontak dengan organisme lain, dengan pengaturan ventilasi udara yang baik sehingga mengurangi stres pada ternak. Tujuannya, menyediakan udara dan iklim yang kondusif bagi ternak sehingga meminimalisasi tingkat stres.

Sistem ini memiliki beberapa keuntungan di antaranya jumlah kepadatan ayam lebih efisien, kondisi pertumbuhan bobot merata, efisiensi tenaga kerja karena semua peralatan dijalankan oleh motor, angka kematian rendah, dan suhu ruang dapat dikontrol.

Kendati demikian, teknologi itu membutuhkan biaya investasi yang besar, membutuhkan sumber listrik tinggi dan generator cadangan, memerlukan ketrampilan tinggi, serta pengetahuan yang luas secara teknik.

Pembangunan kandang close house yang dilakukan CPIN di Unhas turut menjadi bagian dari hibah perseroan kepada universitas dalam kerangka mendorong industri peternakan unggas di Tanah Air. Fasilitas itu selanjutnya dikelola oleh Fakultas Peternakan Unhas dengan pendampingan dari CPIN.

Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu menyambut baik langkah dan kerja sama ini.

“Saya juga menyampaikan apresiasi terhadap PT Charoen Pokphand Indonesia yang telah memberikan kontribusi ini. Inilah salah satu tuntutan Unhas sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum. Kami harus bermitra dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor Industri,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

charoen pokphand indonesia ayam
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top