Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Badai Salju 'Beast From the East' Telan Korban Nyawa 14 Orang

Badai salju yang dijuluki 'Beast From the East' telah menelan 14 korban jiwa di Inggris Raya dalam beberapa hari terakhir.
Tempo.co
Tempo.co - Bisnis.com 04 Maret 2018  |  17:21 WIB
Traktor dikerahkan untuk membersihkan salju dari jalan raya di Skotlandia. - Reuters/Rusell Cheyne.
Traktor dikerahkan untuk membersihkan salju dari jalan raya di Skotlandia. - Reuters/Rusell Cheyne.

Bisnis.com, Manchester—Badai salju yang dijuluki 'Beast From the East' telah menelan 14 korban jiwa di Inggris Raya dalam beberapa hari terakhir.

Korban termasuk seorang pria yang meninggal setelah keluar dari mobilnya untuk membantu pengendara motor yang terjebak di salju tebal. Pria itu meninggal diduga karena terkena serangan jantung. Dia menghentikan laju mobilnya untuk membantu seorang pengendara motor di Bergh Apton, Norfolk, pada hari Kamis (1/3/2018). Ini adalah kematian terakhir dari korban salju yang terkonfirmasi. 

Sebelumnya, seorang gadis berusia 7 tahun juga meninggal saat sebuah mobil menabrak sebuah bungalo. Anak ini menderita luka yang mengancam jiwa dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian di Looe, Cornwall, tepat setelah pukul 2.30 siang pada Kamis waktu setempat. Berita ini dilansir Daily Mail, Reuters, dan Guardian.

Tetangga yang tinggal di jalan yang sama dengan lokasi gadis muda itu terbunuh mengatakan bahwa salju kali ini adalah cuaca terburuk yang pernah dialami kota pantai kecil dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Gadis itu adalah orang kesepuluh yang meninggal di Inggris karena insiden terkait cuaca selama sepekan. Sebelumnya telah terjadi beberapa kematian lainnya, termasuk seorang sopir van berusia 46 tahun yang kehilangan nyawa setelah bertabrakan dengan sebuah truk di selatan A34 dekat layanan Tot Hill.

Seperti dilansir Express pada 4 Maret 2018, Inggris Raya merupakan satu dari sekian wilayah di Eropa yang terdampak badai ganas 'Beast from The East' itu.

Badai dari Siberia itu menghantam Eropa Barat dengan cuaca terburuk sejak 1991 menjebak ratusan pengendara di jalan raya, menutup ribuan sekolah, dan menghentikan layanan transportasi kereta api serta pembatalan ratusan penerbangan.

Ribuan rumah di Mediterania juga dipaksa hidup tanpa listrik pada Senin. Wilayah utara Spanyol juga lumpuh, dan seorang pria berusia 65 tahun meninggal setelah tergelincir di jalan yang tertutup salju.

Dengan salju setinggi 90 sentimeter dan suhu terendah mencapai -10,3 Celsius di Skotlandia, Inggris dan Irlandia, lembaga pengawas cuaca mengeluarkan peringatan merah terburuk. Petugas menyarankan warga untuk tetap berdiam di dalam rumah karena terlalu berbahaya untuk melakukan perjalanan.

Insiden besar diumumkan di Wiltshire, Avon dan Somerset, Devon, Cornwall dan Hampshire setelah ratusan pengemudi terdampar di kendaraan mereka.

Angkatan Darat, personil RAF dan marinir dikerahkan untuk membantu membersihkan jalan yang tertutup salju di Greater Manchester, Lincolnshire, Edinburgh, Shropshire dan Devon. Militer juga membantu pekerjaan staf medis.

Ratusan ribu orang mengambil cuti karena mereka tidak bisa bekerja atau harus tinggal di rumah untuk merawat anak-anak. Banyak sekolah di sejumlah tempat, termasuk Wales, Irlandia Utara, dan Cornwall ditutup.

Sebuah masjid di Dublin, Irlandia, menjadi tempat penampungan bagi para tunawisma. Ini bukan pertama kalinya masjid yang juga dikenal dengan Islamic Cultural Centre of Ireland membuka pintu untuk membantu masyarakat.

Saat ini badai mulai mereda. Tumpukan salju kemudian menyisakan pekerjaan berat bagi petugas untuk memperbaiki kerusakan akibat badai ini, yang dikombinasikan dengan badai Emma yang menerpa Inggris Raya.

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

badai salju

Sumber : Tempo.co

Editor : Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top