KBRI Yordania Gelar Kampanye 'Indonesia Bersama Palestina'

KBRI Amman, Yordania, bekerja sama dengan Direktorat HAM dan Kemanusiaan menyelenggarakan dialog antara United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) dengan penggiat kemanusiaan Indonesia.
Amanda Kusumawardhani | 20 Februari 2018 01:35 WIB
Protes warga Palestina di Tepi Barat. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA—KBRI Amman, Yordania, bekerja sama dengan Direktorat HAM dan Kemanusiaan menyelenggarakan dialog antara United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) dengan penggiat kemanusiaan Indonesia.

Berdasarkan rilis Kementerian Luar Negeri, Senin (19/2/2018), dialog dilaksanakan untuk menjajaki potensi partisipasi Indonesia dalam kampanye #DignityIsPriceless dan dukungan pendanaan bagi UNRWA.

Pertemuan dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Andy Rachmianto, yang menyampaikan beberapa hal antara lain pentingnya pendanaan dari UNRWA terhadap upaya pemenuhan kebutuhan mendasar dan berkelanjutan bagi sekitar 5,3 juta pengungsi Palestina, situasi krisis finansial yang dihadapi UNRWA, serta dampak negatifnya terhadap upaya pemenuhan kebutuhan pengungsi Palestina.

Tak hanya itu, Andy menambahkan Presiden Indonesia Joko Widodo juga menaruh perhatian besar terhadap situasi krisis di Palestina. Hal itu ditunjukkan dengan langkah diplomasi kemanusiaan dan solidaritas terhadap Palestina

Sementara itu, Direktur Perencanaan UNRWA Abdi Aynte mengapresiasi peran Kementerian Luar Negeri Indonesia, terutama KBRI Amman, dan penggiat kemanusian Indonesia yang telah hadir bagi pengungsi Palestina.

Saat ini, dia mengaku saat ini UNRWA memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap sumber pendanaan UNRWA dari AS sehingga menyebabkan krisis pendanaan terparah bagi UNRWA.

Poin penting lainnya adalah menjajaki potensi kemitraan lebih lanjut antara UNRWA dengan LSM Kemanusiaan Indonesia, diantaranya dengan memanfaatkan momentum Bulan Ramadhan yang akan datang.

Adapun, dialog menghasilkan sejumlah rekomendasi yang  dapat dijajaki oleh pemerintah dan LSM Kemanusiaan dalam mendukung kampanye global Emergency Appeal UNRWA yang akan berakhir bulan Juni 2018.

Pertama yakni perlu dijajaki kemungkinan diadakannya “Month/ Weeks for Palestine" guna meningkatkan pemahaman masyarakat luas terhadap situasi pengungsi Palestina dan upaya yang dapat Indonesia lakukan.

Kedua adalah perlu dijajaki pembentukan hub komunikasi antara pelaku kemanusiaan Indonesia dengan pemerintah dan UNRWA guna efektivitas dan efisiensi bantuan kemanusiaan.

Terakhir adalah perlu dijajaki pembentukan aliansi kemanusiaan Indonesia bagi Palestina.

Tag : palestina
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top