Kolombia Butuh Bantuan Internasional Atasi Krisis Venezuela

Kolombia meminta bantuan internasional untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Venezuela, yang membuat ratusan ribu penduduk negara tetangganya itu mengungsi.
Annisa Margrit | 14 Februari 2018 12:13 WIB
Beberapa warga Venezuela berjalan melewati deretan aparat keamanan Kolombia setelah menyeberangi Jembatan Simon Bolivar dari Venezuela, di Cucuta, Kolombia, Selasa (13/2). - Reuters/Carlos Eduardo Ramirez

Bisnis.com, JAKARTA - Kolombia meminta bantuan internasional untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Venezuela, yang membuat ratusan ribu penduduk negara tetangganya itu mengungsi.

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengatakan ratusan ribu warga Venezuela menyeberang ke negaranya untuk menghindari krisis ekonomi yang terjadi.

"Saya menghargai tawaran bantuan finansial dan lainnya dari dunia internasional. Kami siap menerimanya. Kami membutuhkannya karena masalah ini terus memburuk dari hari ke hari," ujarnya, seperti dilansir Reuters, Rabu (14/2/2018).

Pekan lalu, Santos memperketat pengamanan di perbatasan kedua negara dan meningkatkan keamanan di kota-kota perbatasan.

Pemerintah Kolombia menyebutkan jumlah warga Venezuela yang tinggal di Kolombia meningkat 62% menjadi lebih dari 550.000 pada paruh kedua 2017. Kolombia menghitung biaya yang diperlukan untuk makanan dan tempat tinggal para migran Venezuela adalah US$5 per hari.

Kolombia juga memperkirakan dibutuhkan dana US$30 juta atau sekitar Rp409 miliar untuk membangun tempat tinggal sementara bagi para migran. Santos mengumumkan akan memberlakukan penutupan sementara dalam pemberian kartu akses masuk harian dan mengirim 3.000 aparat keamanan baru ke perbatasan.

Sekitar 1,3 juta warga Venezuela telah mendaftar untuk mendapatkan kartu migrasi khusus yang memungkinkan mereka menyeberang setiap hari untuk membeli makanan dan produk kebutuhan sehari-hari lainnya.

Krisis ekonomi yang terjadi di Venezuela meningkatkan tingkat kemiskinan di negara itu. Ditambah lagi dengan hiperinflasi yang membuat ekonomi makin lemah.

Sumber : Reuters

Tag : venezuela
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top