Kongres HMI : Jokowi Paparkan Kontribusi RI untuk Perdamaian Dunia

Presiden Joko Widodo menekankan perjuangan membantu negara lain melawan penindasan dan ketidakadilan menjadi bagian dari amanat konstitusi
David Eka Issetiabudi | 14 Februari 2018 14:27 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) meninjau kegiatan pengerukan atau normalisasi Sungai Wai Hatukau dengan sistem Padat Karya Tunai, di Desa Batu Merah, Ambon, Maluku, Rabu (14/2/2018). - ANTARA/Izaac Mulyawan

Kabar24.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo menekankan perjuangan membantu negara lain melawan penindasan dan ketidakadilan menjadi bagian dari amanat konstitusi.

Dalam menjalankan amanat konstitusi, Indonesia tak hanya berupaya untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hal tersebut digaungkan Kepala Negara saat menyampaikan sambutan dalam Pembukaan Kongres ke-30 dan Dies Natalis ke-71 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Rabu (14/2).

"Kita terus membantu perjuangan Palestina melawan penindasan dan ketidakadilan. Kita ingat, pada 2016 menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI. Kita juga membuka konsulat kehormatan di Ramallah. Kita juga mendorong KTT di Istanbul yang menentang pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel," tutur Jokowi, dalam keterangan resmi dari Deputi Protokol, Media dan Pers Sekretariat Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga kembali menceritakan pengalaman perjalanannya ke Sri Lanka, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan. Tidak lupa, kesan saat berkunjung ke Cox's Bazar (lokasi pengungsian) juga diceritakan kepada kader HMI.

“Saya adalah kepala negara pertama yang mengunjungi Cox's Bazar," tambahnya.

Tidak sampai di situ, Jokowi menambahkan sejumlah kunjungan ke negara-negara yang tengah mengalami krisis kemanusiaan semakin menyadarkan bahwa persaudaraan dan persatuan merupakan hal yang tak ternilai.

"Betapa mundurnya jauh sekali gara-gara konflik perang (di Afghanistan). Oleh sebab itu, titipan Presiden Ashraf Ghani saya ingat betul. Jangan sampai ada konflik antarsuku, antaragama, dan antarkampung. Tegas saja kalau ada konflik seperti itu, jangan beri waktu bagi konflik untuk berkembang," tuturnya.

Tag : kongres hmi, perdamaian
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top