Penyerang Gereja St Lidwina Sleman Dilumpuhkan Polisi

Pria bersamurai yang menyerang Gereja St Lidwina Bedhog Trihanggo, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2/2018), ditembak polisi.
JIBI | 11 Februari 2018 11:25 WIB
Penyerangan dengan pisau - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pria bersamurai yang menyerang Gereja St Lidwina Bedhog Trihanggo, Sleman, Yogyakarta, Minggu (11/2/2018), ditembak polisi.

"Pelaku tertembak, tapi tidak sampai meninggal," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Gamping Kabupaten Sleman Fendi Timur, seperti dilansir Tempo.co.

Dalam penyerangan itu, sejumlah umat mengalami luka bacok termasuk Romo pemimpin ibadah Romo Edmund Prier SJ. Romo Prier yang terkena sabetan samurai di bagian kepala dan punggung. Romo Prier dan empat umat lainnya yang juga mengalami luka sabetan samurai telah dilarikan ke rumah beberapa sakit, seperti RS Panti Rapih, Ludira Husada, dan RS Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM).

Fendi menuturkan saat kejadian pelaku membawa pedang samurai dan membabi buta menyerang umat yang tengah khusyuk beribadah. Polisi mengeluarkan tiga kali tembakan untuk melumpuhkan pelaku.

"Saat anggota kami datang untuk mengamankan pelaku, satu anggota juga disabet pedang lengannya tapi tak parah lukanya," ujarnya.

Dari foto amatir yang diabadikan umat gereja, pelaku terlihat terluka di bagian kaki dan sekarang dirawat di RSA UGM. Samurai yang dibawa pelaku memiliki panjang sekitar 1 meter.

Sudarjo, 58 tahun, saksi mata kejadian, menuturkan kejadian bermula saat ibadah baru mulai sekitar 30 menit dari jadwal pada pukul 07.30 WIB. Saat itu, Romo Prier dan umat sedang khusyuk menyanyikan lagu Kemuliaan.

"Dari halaman luar pintu gereja, pelaku sudah mulai menyerang seorang bapak yang sedang ngemong (menjaga) anaknya. Kena di kepala bapak itu, tapi anaknya tak disentuh," terangnya.

Pelaku lalu masuk ke gereja melalui lorong pintu samping. Umat berteriak histeris melihat pelaku yang mengacungkan samurainya dan terus berjalan cepat ke arah mimbar tempat Romo memimpin ibadah.

Sesampainya di depan Romo, pelaku tanpa banyak bicara langsung menyabetkan pedangnya dan mengenai kepala Romo Prier di bagian kiri. Tak puas melukai sekali, pelaku kembali menebas Romo Prier, yang terhuyung di depannya, dan mengenai punggungnya.

"Saat mau menebas ketiga kali, saya bilang, 'Sudah, Mas. Sudah.' Baru pelaku menghentikan aksinya," ucap Sudarjo.

Rupanya, setelah melukai Romo, pelaku mengincar umat lain yang masih ada di dalam gereja. Dia kembali menebaskan pedangnya ke seorang pria di dekat mimbar.

Kemudian, saat Romo Prier dibawa Sudarjo keluar dan hendak dimasukkan mobil ke rumah sakit, pelaku kembali menyerang dan mengenai punggung Sudarjo hingga luka punggung memanjang 25 sentimeter.

"Saya tidak apa-apa, cuma luka ringan," ucapnya.

Saat pelaku masih mengamuk, pihak kepolisian datang. Pelaku sempat melawan sehingga akhirnya ditembak di bagian kaki.

 

Sumber : Tempo.co

Tag : penyerangan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top