Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mendikbud: Jangan Main Medsos Saat Kerja

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyinggung penggunaan media sosial di kalangan pejabat maupun pegawai kementeriannya.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 02 Februari 2018  |  18:28 WIB
 Mendikbud Muhadjir Effendy saat menghadiri raker dengan Komisi X DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/4/2017). - Antara/Wahyu Putro A
Mendikbud Muhadjir Effendy saat menghadiri raker dengan Komisi X DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/4/2017). - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyinggung penggunaan media sosial di kalangan pejabat maupun pegawai kementeriannya.

Pada dasarnya Mendikbud mengapresiasi penggunaan media sosial secara positif di kalangan pejabat maupun pegawai Kemendikbud. Ia pun menyadari para pejabat bisa jadi masuk kelompok orang yang aktif menggunakan medsos.

“Saya tidak melarang [pegawai] bermedia sosial, asal jangan waktu kerja,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi Kemendibud, Jumat (2/1/2018).

Muhadjir juga mengaku sering mendapat laporan dari medsos terkait kondisi pendidikan dan kebudayaan. Tidak jarang, dia kerap menerima pertanyaan, saran, dan kritik dari masyarakat melalui aplikasi percakapan di smartphone.

Dia menghargai setiap masukan dan laporan masyarakat tersebut. Saat ini, lanjutnya, semua komunikasi sudah sangat terbuka. Bahkan, komunikasi di tingkat menteri pun sudah menggunakan aplikasi.

“Oleh karena itu setiap tindakan kita di media sosial harus bijak juga. Karena sebagai ikon publik yang punya massa, kita turut berperan penting. Harus berhati-hati dalam berbicara, jangan sampai menyebarkan hoaks,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan mendikbud Medsos
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top