NATAL DAN TAHUN BARU: Pertamina Perkirakan Kebutuhan Gasoline Naik 5% di Sumbar

PT Pertamina (Persero) menambah pasokan gasoline atau bensin jenis premium sebesar 5% untuk memenuhi kebutuhan warga Sumatra Barat menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Heri Faisal | 20 Desember 2017 18:02 WIB
Awak mobil tangki (AMT) bersiap melakukan pengisian bahan bakar minyak ke dalam mobil tangki Pertamina di Terminal BBM Jakarta Group Plumpang, Jakarta Utara, Senin (27/11). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, PADANG - PT Pertamina (Persero) menambah pasokan gasoline atau bensin jenis premium sebesar 5% untuk memenuhi kebutuhan warga Sumatra Barat menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Erry Widiastono memastikan jaminan dari perusahaan untuk mencukupi pasokan sekaligus meningkatkan layanan saat libur Natal dan Tahun Baru. “Untuk konsumsi BBM jenis gasoline di Sumatra Barat (Sumbar) diperkirakan mengalami kenaikan 5% dari penyaluran rata-rata. Kami pastikan pasokan terpenuhi,” ujarnya, Rabu (20/12/2017).

Erry menyebutkan selama ini penyaluran gasoline di Sumbar berada di kisaran 3.600 kiloliter per hari dan menjadi 3.800 kiloliter per hari selama periode libur akhir tahun. Dia memperkirakan konsumsi tertinggi gasoline bakal terjadi pada H – 2 Hari Raya Natal atau jatuh pada Sabtu, 23 Desember mendatang. Estimasinya, Pertamina bakal menyalurkan 4.000 kiloliter atau naik 10% dari konsumsi normal.

Erry mengungkapkan pasokan BBM untuk masyarakat Sumbar disuplai dari terminal BBM Teluk Kabung dan akan disalurkan melalui 115 SPBU yang tersebar di seluruh wilayah Sumbar. “Kami sudah siapkan 213 armada mobil tangki dan menyiagakan seluruh SPBU yang terletak di lajur pariwisata untuk buka selama 24 jam guna menjaga ketahanan pasokan selama periode Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Sementara itu, untuk LPG 3 Kg, Pertamina MOR I telah melakukan antisipasi dengan menambah pasokan sebanyak 286.000 tabung untuk Desember 2017 dari rata-rata penyaluran harian di Sumbar yang sebanyak 93.000 tabung per hari. Tambahan pasokan gas tersebut akan diberikan merata di seluruh Sumbar untuk memastikan kebutuhan gas masyarakat terpenuhi sekaligus mengisi kelangkaan gas yang sering terjadi.

Selain kebutuhan BBM dan LPG, Erry juga mengungkapkan terjadi kenaikan penggunaan bahan bakar avtur di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) selama periode tersebut. Saat ini, penyaluran harian normal avtur di BIM sebesar 135 kiloliter per hari dan diperkirakan akan melonjak hingga 7% menjadi 145 kiloliter per hari.

Tag : sumbar
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top