China Kecam Trump Karena Sebut Negara itu dan Rusia Musuh

Pemerintah China mengecam pidato Presiden AS, Donald Trump yang menyebut China dan Rusia sebagai rival negara adidaya tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 20 Desember 2017  |  16:02 WIB
China Kecam Trump Karena Sebut Negara itu dan Rusia Musuh
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA--Pemerintah China mengecam pidato Presiden AS, Donald Trump yang menyebut China dan Rusia sebagai rival negara adidaya tersebut.

"Kami mengimbau AS berhenti mengganggu China dan meninggalkan mental Perang Dingin," kata Hua Chunying, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua, Rabu (20/12). Menurut pejabat itu, apa yang dilakukan AS telah melukai pihak lain dan merusak AS sendiri.

Hal yang sama juga diungkapkan Kedutaan Besar China di Washington DC.

"Mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan negara lain dan komunitas internasional merupakan tindakan egois," menurut pernyataan pihak Kedubes China. Lebih lanjut pernyataan resmi itu menyebutkan bahwa China bersedia bekerjasama dengan semua negara.

"AS seharusnya juga mengadaptasi dan menerima perkembangan yang telah dialami China," menurut pernyataan itu.

Sejumlah pejabat tinggi AS merasa risih dengan meningkatnya kegiatan militer China. Belakangan, China malah melanjutkan pembangunan dermaga militer di kawasan Laut China Selatan.

AS juga melihat inisiatif Presiden Xi Jinping membangun jalur kereta api dan infrastruktur di Asia ke Eropa dan Afrika, merupakan upaya China mengikis pengaruh AS. China bahkan diyakini mencoba membangun struktur politik di Asia.

Karena itulah, Trump menjalin kerjasama militer dengan Taiwan, melalui pakta kerjasama militer yang ditanda tangani bulan ini. Armada kapal perang AS dikirim untuk melakukan kunjungan ke Taiwan. Hal itu, membuat Beijing semakin sakit hati, dan mengeluarkan ancaman keras bakal melancarkan aksi militer ke Taiwan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, Donald Trump

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup