Stok BBM dan Elpiji di Jateng dan Yogyakarta Aman

PT Pertamina Marketing Operation Region IV menyatakan stok Bahan Bakar Minyak dan elpiji di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018. aman.
Alif Nazzala Rizqi | 10 Desember 2017 23:09 WIB
Awak mobil tangki (AMT) bersiap melakukan pengisian bahan bakar minyak ke dalam mobil tangki Pertamina di Terminal BBM Jakarta Group Plumpang, Jakarta Utara, Senin (27/11). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, SEMARANG - PT Pertamina Marketing Operation Region  IV menyatakan stok Bahan Bakar Minyak  dan elpiji di wilayah Jawa Tengah  dan Daerah Istimewa Yogyakarta  menjelang   perayaan Natal dan Tahun Baru 2018. aman.

Bahkan, Pertamina telah menyiapkan stok tambahan yang bervariasi di tiap-tiap daerah. "Ini kami lakukan karena melihat tren peningkatan konsumsi BBM termasuk BBK (Bahan Bakar Khusus) dan elpiji yang terjadi selama ini. Langkah ini kami ambil sama seperti setiap libur Lebaran," kata Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari di Semarang, Minggu (10/12/2017).

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV menyiapkan tambahan stok hingga 7% untuk Pertalite sebagai produk BBK unggulan, dari rata-rata konsumsi harian 6.205 kiloliter (KL). Diikuti dengan stok produk lainnya seperti Pertamax yang naik 8%, Pertamax Turbo naik 12%, Premium naik 7,2%dan Dexlite naik 16,7%.

Adapun untuk BBM subsidi atau Public Service Obligation (PSO) seperti solar mengalami penurunan sekitar 1% dari rata-rata konsumsi harian sebanyak 413 KL. “Penurunan pada stok solar disebabkan adanya kebijakan untuk kendaraan besar dan truk dilarang melintas selama libur Natal dan Tahun Baru,” tambah Andar.

Tak jauh berbeda dengan produk BBM, Pertamina juga telah menyiapkan antisipasi kenaikan konsumsi produk elpiji baik PSO maupun non-PSO. Penambahan yang disiapkan sebesar 10% hingga 11% dibandingkan dengan rata-rata konsumsi harian.

Guna memonitor stok BBM dan elpiji secara lebih komprehensif, Pertamina sudah membentuk satgas Natal dan Tahun Baru. "Ini diperkuat dengan dibentuknya 14 SPBU dan 20 SPBE  yang tersebar di berbagai lokasi, guna memperpendek jarak dan waktu tempuh mobil tangki,” tandas Andar.

Sementara itu, untuk kelancaran pendistribusian itu sendiri, pihaknya  memerintahkan semua pangkalan dan agen untuk tetap beroperasi pada  Sabtu dan Minggu. Jumlah itu, menurutnya belum termasuk pasokan tambahan yang disediakan untuk di daerah lainnya seperti di Pekalongan, Pemalang, Tegal dan lainnya.

Adapun operasi pasar yang tengah dilakukan Pertamina pada sejumlah titik di Kabupaten Semarang guna mengatasi masalah kelangkaan ini. Beberapa kecamatan yang menjadi sasaran operasi pasar di antaranya Kecamatan Tengaran, Suruh, Getasan, Ungaran Timur, Susukan, Bringin, dan Sumowono.

Andar  membantah kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg di masyarakat karena akan diganti Bright Gas ukuran 5,5 kg. "Tabung 5,5 kg itu murni promosi. Kita ada program trade ini, jadi tabung 3 kg ditukar 5,5 kg gratis plus isi," jelas Andar.

Menurut Andar, pendistribusian LPG 3 kg yang selama ini dilakukan sudah sesuai dengan kuota yang telah ditentukan. Ia meyakini, masalah kelangkaan di daerah timbul akibat penggunaan yang tidak sesuai dengan peruntukkannya.

"Atas koordinasi dengan Pemda, Disperindag dan Dinas Perekonomian, banyak sekali masyarakat mampu yang ikut menggunakan elpiji 3 kg yang notabene adalah barang di subsidi. Jadi, memang ada ketidaktepatan sasaran peruntukkan," imbuhnya.

Atas dasar itu, Ia pun menghimbau untuk seluruh masyarakat dapat menyadari pendistribusian elpiji 3 kg yang diperuntukkan untuk rakyat miskin dan para pelaku usaha mikro, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian elpiji.

Tag : BBM
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top