Ini Rahasia Sukses Lolos Seleksi Pegawai Bank Indonesia

Bekerja di bank sentral atau Bank Indonesia menjadi impian banyak lulusan universitas di negeri ini. Namun, Bank Indonesia (BI) tidak sembarangan memilih karyawannya. Dalam pencarian karyawan (SDM) handal, BI menerapkan tes yang berlapis.
Hadijah Alaydrus | 08 Desember 2017 14:20 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo (tengah), memberikan paparan didampingi Deputi Gubernur Erwin Rijanto (dari kiri), Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Perry Warjiyo, dan Deputi Gubernur Rosmaya Hadi, saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (16/11). - JIBI/Dwi Prasetya

Kabar24.com, BOGOR - Bekerja di bank sentral atau Bank Indonesia menjadi impian banyak lulusan universitas di negeri ini. Namun, Bank Indonesia (BI) tidak sembarangan memilih karyawannya. Dalam pencarian karyawan (SDM) handal, BI menerapkan tes yang berlapis.

Selain standar kemampuan akademis yang tinggi, ternyata BI juga memperhatikan karakter calon pegawainya.

Kepala Grup Departemen SDM BI Teddy Pirngadi menuturkan pihaknya tengah dalam talent war dalam mencari SDM terbaik. Pasalnya, bukan cuma BI yang mencari SDM profesional, tetapi lembaga yang lainnya juga. Dengan demikian, dia menegaskan pintar saja tidak cukup.

"Terkait dengan tugas kami sebagai otoritas moneter, kami perlu karakter yang baik terutama integritas," ujar Teddy di sela-sela GenBI Leadership Camp 2017 di Ciawi, Bogor, Jumat (8/12/2017).

Selain itu, dia menambahkan pihaknya juga mencari SDM yang pantang menyerah. Hal ini terkait dengan beratnya tugas bank sentral. Alasan ini juga yang membuat BI melakukan tes berlapis dalam penerimaan pegawainya.

"Kalau persiapan yang mau masuk BI harus yang tidak mudah menyerah karena yang kami hadapi tidak mudah."

Karakter lain yang diutamakan adalah memiliki semangat dan keinginan untuk belajar. Teddy menjelaskan bekerja di BI harus tahu perkembangan isu terbaru di luar.

"Mereka harus tahu implikasinya, seperti apa pemilihan Presiden di AS dan kira-kira implikasi ke Indonesia seperti apa," paparnya.

Oleh sebab itu, kemampuan analitis harus kuat

Tag : bank indonesia
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top