Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Myanmar Rancang Sejumlah Syarat Bagi Kembalinya Etnis Rohingya

Myanmar menyampaikan pada PBB bahwa pihaknya tengah menyelesaikan sejumlah persyaratan untuk kelompok kerja sama dengan Bangladesh terkait proses kepulangan ratusan ribu pengungsi Rohingya dalam waktu dua bulan.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 05 Desember 2017  |  18:37 WIB
Anak pengungsi Rohingya memikul barang bawaannya, di Bangladesh, Selasa (19/9). - Reuters/Danish Siddiqui
Anak pengungsi Rohingya memikul barang bawaannya, di Bangladesh, Selasa (19/9). - Reuters/Danish Siddiqui

Kabar24.com, JAKARTA - Myanmar menyampaikan pada PBB bahwa pihaknya tengah menyelesaikan sejumlah persyaratan untuk kelompok kerja sama dengan Bangladesh terkait proses kepulangan ratusan ribu pengungsi Rohingya dalam waktu dua bulan.

Htin Lynn, Duta Besar Myanmar untuk PBB di Jenewa dalam sebuah pertemuan khusus Badan HAM mengatakan, pemerintahnya siap bekerja dengan semua mitra internasional untuk memastikan repatriasi yang berjalan tanpa paksaan, aman dan bermartabat, dan berkelanjutan juga pemukiman kembali pihak-pihak yang terpaksa keluar dari daerahnya

Namun, dia tidak secara spesifik menyebut kaum Rohingya.

"Tidak akan ada camp," katanya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/12/2017).

Seperti diketahui dalam beberapa waktu terakhir ribuan warga Rohingya terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Terkait hal ini, Bangladesh dan Myanmar telah menandatangani nota kesepahaman pada Kamis (23/11/2017) untuk pengembalian para pengungsi dari etnis Rohingya ke kampung halamannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

myanmar rohingya
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top