Gunung Agung: Hembusan Abu, 6 Maskapai Asing dan Domestik Batal Terbang

Hembusan abu vulkanik Gunung Agung menyebabkan sekitar 6 maskapai penerbangan asing dan domestik membatalkan penerbangan dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Feri Kristianto | 26 November 2017 16:40 WIB
Abu vulkanik Gunung Agung terpantau mengarah ke tenggara dengan kecepatan 18 km per jam - Bisnis / Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR — Hembusan abu vulkanik Gunung Agung menyebabkan sekitar 6 maskapai penerbangan asing dan domestik membatalkan penerbangan dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Berdasarkan data PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, hingga Minggu (26/11/2017) pukul 15.30 Wita, total sebanyak 2.070 penumpang terdampak akibat pembatalan 19 penerbangan rute domestik dan internasional itu.

Rinciannya, maskapai Indonesia Air Asia dan Indonesia Air Asia Exta sebanyak 9 penerbangan tujuan Singapura, Narita, dan Kuala Lumpur. Maskapai Malaysia AirAsia satu penerbangan rute Kuala Lumpur, Jetstar satu rute ke Perth, Virgin dua penerbangan menuju Sydney dan Brisbane.

Selain itu ada. Cathay Pacific dan Cathay Dragon, Thai Lion Lion Air, serta Garuda Indonesia sebanyak 5 rute penerbangan domestik dari dan menuju Lombok serta tujuan Labuan Bajo. Selain membatalkan rencana penerbangan, sebaran abu vulkanik juga menyebabkan terjadinya keterlambatan di bandara berkapasitas kurang dari 25 juta penumpang per tahun ini.

Tercatat total ada 8 penerbangan dari luar negeri dengan maskapai seperti Virgin Australi, Jetstar, dan Indonesia AirAsia Extra. Semua merupakan rute penerbangan dari luar negeri dan sebaliknya. Kepala Humas Bandara Ngurah
Arie Ahsannurohim menyatakan bandara tetap beroperasi normal.

“Hasil tes abu vulkanik nihil,” jelasnya, Minggu (26/11/2017).

Menurutnya, sudah ada pesawat yang awalnya ditunda penerbangannya, akhirnya bisa terbang kembali. Tercatat ada tiga penerbangan Indonesia AirAsia Extra dari Singapura dan Kuala Lumpur bisa terbang ke Bali. Arie menegaskan pembatalan itu murni merupakan kebijakan masing-masing maskapai.

Bandara Ngurah Rai saat jni dalam kondisi normal operasi. Belum secara langsung terdampak abu vulkanik dibuktikan paper test NIL. Melalui data VAAC Darwin terpantau abu vulkanik bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan 10 kts.

Telah dilakukan ploting area oleh pihak Airnav Indonesia untuk menghindari sebaran VA di area jalur penerbangan. Telah dikoordinasikan oleh penyelenggara bandara penyediaan bus untuk ke moda lain yang terdekat (Terminal Ubung).

Sementara untuk Bandara Lombok (LOP) jika secara langsung terdampak abu vulkanik dibuktikan dgn Paper Test Positif dan data dari VAAC Darwin area Bandara LOP tertutup sebaran VA menggunakan ploting area, maka Bandara LOP akan ditutup dengan menjalankan Standart Operation Procedure (SOP) masing2 operator yang terkait.

Gunung Agung terus mengalami erupsi hingga saat ini. Sejak erupsi freatik pertama pada Sabtu (25/11/2017) pukul 17:30 WITA dengan ketinggian 1.500 meter dari puncak kawah, kemudian disusul erupsi secara beruntun. Pada pukul 23.00 WITA erupsi masih berlangsung.

Selanjutnya pada Minggu (26/11/2017) pukul 05.05 WITA terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu kelabu gelap bertekanan sedang mencapai 2.000 meter, kemudian pukul 05.45 WITA ketinggian mencapai 3.000 meter.Pada 26/11/2017 pukul 06:20 WITA tinggi erupsi mencapai 3.000 meter hingga 4.000 meter. Abu vulkanik Gunung Agung terpantau mengarah ke tenggara dengan kecepatan 18 km per jam.

Analisis sebaran abu vulkanik dari satelit Himawari BMKG menunjukkan bahwa sebaran abu mengarah ke timur hingga tenggara menuju ke daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sifat dan arah sebaran abu vulkanik tergantung dari arah angin. PVMBG telah mengeluarkan peringatan penerbangan (VONA, Volcano Observatory Notice for Aviation) dinaikkan dari Orange menjadi Red.

“Hujan abu dilaporkan terjadi di beberapa tempat seperti di Desa Duda Utara, Desa Duda Timur, Desa Pempetan, Desa Besakih, Desa Sideman, Desa Tirta Abang, Desa Sebudi, Desa Amerta Bhuana di Klungkung. Juga terjadi di beberapa desa di Gianyar,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

PVMB terus menerus melaporkan perkembangan erupsi kepada Posko BNPB dan kepada masyarakat. Status Gunung Agung masih Siaga (level 3) dengan rekomendasi di dalam radius 6-7,5 km dari puncak kawah harus tidak ada aktivitas masyarakat. Masyatakat yang masih ada di dalam radius berbahaya segera mengungsi dengan tertib.

Meskipun terjadi erupsi beruntun tetapi tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik. Jumlah gempa vulkanik dangkal sebanyak 5 kali, gempa vulkanik dalam sebanyak 4 kali, dan tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm). Tidak ada lonjakan kegempaan.

Masyarakat evakuasi mandiri dengan tertib dan tenang. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. BPBD bersama SKPD, Basarnas, TNI, Polri, PMI, dan relawan membagikan masker kepada masyarakat.

Sutopo mengatakan BPBD Provinsi NTB telah menginstruksikan agar BPBD Lombok Barat, BPBD Kota Mataram dan BPBD Lombok Utara segera melaporkan dampak hujan abu di wilayahnya. Masker agar segera didistribusikan kepada masyarakat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung agung

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top