Golkar Tersandera Kasus Setya Novanto, Dedi Mulyadi Pilih Bicara Filosofi Beringin

Partai Golkar mendapat sorotan publik karena Ketua Umum-nya, Setya Novanto, terkena kasus korupsi KTP elektronik. Pohon beringin yang menjadi lambang partai tersebut seakan tengah terkena angin.
Kurniawan A. Wicaksono | 25 November 2017 13:58 WIB
Dedi Mulyadi (kiri) dan Setya Novanto - Antara

Kabar24.com, JAKARTA – Partai Golkar mendapat sorotan publik karena Ketua Umumnya, Setya Novanto, terkena kasus korupsi KTP elektronik. Pohon beringin – yang menjadi lambang partai tersebut – seakan tengah diterpa angin.

Atas kondisi tersebut, Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan ungkapan perlunya memanfaatkan angin dan beringin tersebut. Hal ini dia ungkapkan dalam sebuah diskusi publik pada hari ini, Sabtu (25/11/2017).

Menurutnya, angin tersebut harus dimanfaatkan agar tidak merasa gerah atau panas. Pada saat yang bersamaan, pohon beringin masih bisa digunakan untuk berteduh. Dia berharap agar tidak ada upaya merusak setiap bagian dari pohon beringin. Berikut ungkapnnya:

“Ketika beringin diterpa angin, maka kita manfaatkan angin ini agar kita tidak kepanasan. Kemudian, manfaatkan beringin ini untuk kita berteduh. Jangan merusak akarnya, jangan rusak batangnya, jangan rusak rantingnya, dan jangan rusak daunnya karena beringin tempat berteduh kita Bersama.”

Dia pun melanjutkan, “Tidak ada alasan bagi kita untuk merusak beringin ini. Sejelek-jeleknya beringin, masih ada air yang mengalir, menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat untuk mandi, cuci, dan mengairi sawahnya.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai golkar

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top