GMPG: Suasana Darurat Tidak Tergambar di Rapat Pleno Golkar

Rapat pleno tidak menunjukkan adanya suasana darurat melihat pandangan atau persepsi publik. Padahal, dengan [Setya Novanto] disangkakan 2 kali dan ditahan pula, telah mempengaruhi persepsi publik
Kurniawan A. Wicaksono | 25 November 2017 10:58 WIB
Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (keempat kiri) bersama Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham (Kelima kiri) dan Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid (ketiga kiri) beserta jajaran pengurus Partai Golkar memimpin Rapat Pengurus Pleno DPP Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (11/10). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA -- Kendati cukup dinamis, Rapat Pleno Partai Golkar dinilai tidak menggambarkan suasana darurat yang harus diantisipasi.

Hal ini diungkapkan Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia dalam sebuah diskusi publik bertajuk 'Beringin Diterpa Angin', pada hari ini, Sabtu (25/11/2017). Menurutnya, suasana yang terbentuk dalam rapat pleno tersebut seakan tidak melihat aspirasi publik.

"Rapat pleno tidak menunjukkan adanya suasana darurat melihat pandangan atau persepsi publik. Padahal, dengan [Setya Novanto] disangkakan 2 kali dan ditahan pula, telah mempengaruhi persepsi publik," jelasnya.

Selain itu, penunjukkan Sekretaris Jenderal Idrus Marham sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum Golkar, sambungnya, menunjukkan organisasi berjalan tidak sehat. Hal ini dikarenakan penunjukkan didasarkan pada 'surat wasiat' berkop DPP Golkar yanh diteken Novanto.

Kendati demikian, pihaknya mengakui rapat pleno kemarin berlangsung dinamis dan demokratis. Apalagi, selama dua periode ini, rapat dinilai seperti rapat perusahaan yang hanya mendengarkan arahan ketua dan pembuatan kesimpulan setelah mendapat respons anggota.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai golkar

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top