Kepolisian China Investigasi Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Taman Kanak-Kanak

Kepolisian China sedang menginvestigasi terkait tuduhan aksi kekerasan dan pelecehan seksual pada anak-anak di sebuah taman kanak-kanak di Beijing.
Juli Etha Ramaida Manalu | 24 November 2017 13:15 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Kepolisian China sedang menginvestigasi terkait tuduhan aksi kekerasan dan pelecehan seksual pada anak-anak di sebuah taman kanak-kanak di Beijing.

Sekolah tersebut dikelola oleh pihak operator bernama RYB Education Inc. Kasus ini pun memicu kemarahan para orang tua.

Seperti dikutip dari Reuters, polisi saat ini sedang melakukan pemeriksaan terkait tuduhan yang menyebutkan bahwa sejumlah staf dan guru telah melakukan tindak kekerasan terhadap anak seperti pelecehan seksual, menusuk anak dengan jarum suntik, dan diberi pil.

Adapula laporan yang menyebutkan para orang tua mengatakan anak-anak mereka yang sebagian baru berusia tiga tahun, menyampaikan laporan terkait pria dewasa dalam keadaan telanjang yang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap siswa yang juga ditelanjangi.

Para orang tua pada Kamis (23/11/2017) berkumpul di luar sekolah meminta jawaban mengatakan bahwa anak mereka memberi keterangan yang sama yakni disuruh untuk memakan sejenis tablet tak dikenal, dan diberi hukuman berdiri telanjang di depan kelas.

Kesejahteraan anak-anak yang dititipkan kepada para tenaga professional menjadi isu kontroversial yang ramai di bicarakan di China, di mana serangkaian kasus kekerasan telah menggaris bawahi kenyataan lemahnya peraturan dan pengawasan di industri pusat penitipan dan pembelajaran anak.

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya atas masalah yang membuat khawatir orang tua dan masyarakat ini. Saat ini kami bekerja sama dengan polisi untuk mengadakan sarana dan prasarana pengawasan. Adapun guru-guru yang dicurigai telah diberhentikan dan kami bekerja sama dengan polisi dalam untuk melakukan investigasi” Kata RYB seperti dikutip dari Reuters, Jumat (24/11/2017).

Saat ini, Kementerian Pendidikan China telah memulai investigasi khusus terkait kasus di sejumlah taman kanak-kanak.

Kejadian lain di mana anak-anak ditampar, dipukul menggunakan tongkat, dan mulutnya ditutup dengan lakban juga viral dan memicu kemarahan para netizen di China.

Berita terkait investigasi taman kanak-kanak di Beijing memicu gelombang kemarahan di media  sosial dan lebih dari 76 penguna aplikasi pesan instan WeChat menyebutkan RYB dalam pesan mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pelecehan Seksual

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top