Dokter Bunuh Istri Sendiri : Kata Pengacara, Helmi Depresi Sejak 1999

Helmi telah menjadi pasien gangguann jiwa sejak 1999 dan berada dalam perawatan seorang dokter senior dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).
Juli Etha Ramaida Manalu | 23 November 2017 17:13 WIB
dr. Ryan Helmi menutupi wajahnya saat rekonstruksi, Kamis (23/11/2017). - Bisnis.com/Juli Etha

Kabar24.com, JAKARTA - Rihat Manullang, pengacara dokter Ryan Helmi menjelaskan bahwa kliennya memang telah mengalami gangguan depresi sejak lama.

Menurutnya, Helmi telah menjadi pasien gangguann jiwa sejak 1999 dan berada dalam perawatan seorang dokter senior dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).

"Sejak tahun 1999 dokter Helmi ini memang menjadi pasien gangguan jiwa. Nanti kami juga akan menghadirkan Bu Maria Poluan salah satu dokter senior RSPAD bahwa betul-betul dokter Helmi pasiennya," kata Rihat, Kamis (23/11/2017).

Rihat menambahkan bahwa selama inj kliennya juga mengonsumsi Alganax, sejenis obat penenang, hampir setiap hari. Namun demikian, dia meminta agar tidak ada pihak yang menarik kesimpulan terkait keadaan mental kliennya sebelum.pihak kepolisian memutuskan.

"Memang ada depresi yang luar biasa karena kita boleh melihat fakta bahwa hampir setiap minggu atau setiap hari dokter Helmi mengkonsumsi Alganax. Itu artinya semua orang tahu dokter Helmi ini mengalami depresi yang luar biasa," tambahnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu dokter Helmi menghabisi nyawa istrinya yakni dokter Letty setelah sang istri menolak diajak bicara. Sebelumnya, sang istri telah mengajukan gugatan cerai dari suaminya tersebut dan putusan pengadilan seharusnya keluar bulan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembunuhan

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top