Ini Alasan Emil Dardak Jadi Cawagub di Pilgub Jatim 2018

Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak buka suara ihwal keputusannya maju mendampingi Khofifah Indar Parawansa dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.
JIBI | 23 November 2017 07:13 WIB
Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (tengah) berjabat tangan dengan Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Emil Elistyanto Dardak (kanan) menjelang penyerahan surat rekomendasi Cagub dan Cawagub Jawa Timur, di kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (22/11). DPP Partai Golkar resmi mendukung Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak sebagai pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur pada pilkada Jatim 2018. ANTARA FOTO - Reno Esnir

Kabar24.com, JAKARTA - Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak buka suara ihwal keputusannya maju mendampingi Khofifah Indar Parawansa dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

Emil berharap dapat memberikan nilai tambah bagi Jawa Timur jika nanti terpilih menjadi wakil gubernur.

"Niat saya tidak lain dan tidak bukan adalah karena saya melihat bahwa dengan mendampingi Ibu Khofifah, insya Allah saya bisa memberikan nilai tambah kepada Provinsi Jawa Timur," kata Emil di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, pada Rabu (22/11/2017).

Emil menyebut telah mengenal visi-misi Khofifah. Menurut dia, Khofifah memiliki pendekatan yang "tidak biasa" untuk memberantas kemiskinan, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan perekonomian rakyat kecil.

"Beliau menggunakan pendekatan yang out of the box untuk meningkatkan perekonomian dan berpihak kepada rakyat kecil," ucap Emil.

Emil memutuskan menerima pinangan Khofifah untuk maju dalam pilgub Jawa Timur. Dia terpilih dari hasil kajian yang dilakukan Tim 17, yang terdiri atas kiai dan ulama pendukung Khofifah. Per hari ini, Rabu (22/11), Khofifah dan Emil telah menerima surat keputusan pencalonan resmi dari Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Emil sebelumnya diusung koalisi Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Amanat Nasional, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Hanura ketika maju dalam pemilihan bupati Kabupaten Trenggalek 2015.

Sejumlah tokoh PDIP berkomentar setelah kabar majunya Emil beredar di media massa. Ketua DPC PDIP Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan sudah menduga keputusan Emil tersebut.

Doding mengatakan keputusan Emil itu menjadi catatan tersendiri bagi PDIP. Dia juga menilai selama ini Emil kurang berprestasi memimpin Trenggalek.

Emil Dardak mengatakan sudah bertemu dan berbicara dengan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Namun, dia enggan berkomentar saat ditanya apakah akan mendapat sanksi dari PDIP.

"Sekali lagi saya menyerahkan jawaban ini kepada beliau," tutur Emil.

Sumber : Tempo

Tag : pilgub jatim 2018
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top