Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rembuk Nasional2017 : Antispasi Perubahan Global, Jokowi Siapkan Nawa Cita Jilid II

Presiden Joko Widodo menyatakan akan menyusun Nawa Cita Jilid II berdasarkan hasil Rembug Nasional di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (23/10/2017).
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 24 Oktober 2017  |  01:41 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pengarahan dalam Rembuk Nasional 2017 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (23/10). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Presiden Joko Widodo menyampaikan pengarahan dalam Rembuk Nasional 2017 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (23/10). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Kabar24.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo menyatakan akan menyusun Nawa Cita Jilid II berdasarkan hasil Rembug Nasional di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Dalam Rembug Nasional yang diselenggarakan oleh Dewan Pertimbangan Presiden, terdapat 12 sektor yang dibahas, mencakup antara lain pengelolaan polhukam dan ketahanan nasional, merawat kebhinekaan dan memperkokoh NKRI, menata ekonomi, industri dan perdagangan, mempercepat pembangunan infrastruktur dan konektifitas, kemaritiman dan sumberdaya kelautan, sertamenata sistem kesehatan masyarakat dan kesejahteraan sosial.

Jokowi mengatakan secara umum rekomendasi yang diberikan sudah selaras dengan visi kepresidenan yang dia usung dalam tiga tahun pemerintahan, yakni membawa Indonesia ke gerbang kemajuan dan mengobarkan semangat ide gagasan pada kemajuan negara dan bangsa.

"Rekomendasi Saya catat semua, ini mungkin bisa kita pakai untuk Nawa Cita kedua tapi ya dibaca dulu," tuturnya.

Dalam pidato tersebut, Jokowi kembali menyinggung tentang perubahan lanskap global yang melanda semua sektor. Perubahan itu, paparnya, berlangsung sangat cepat karena pergerakan dan penemuan teknologi dan informasi.

"Kita lebih kaget betul betapa kita kalau tidak ingin ditinggal, ya secepatnya kita berubah dari semua sektor kita harus berani mengubah. Karena banyak dari kita yang belum sadar kecepatan perubahan inet ke artificial intelligent," ungkap Jokowi.

Presiden juga meminta semua kalangan agar menyiapkan diri terhadap perubahan itu. Di sisi pengelolaan sumber daya manusia, dia mencontohkan, perguruan tinggi agar merespons pergerakan tersebut dengan membuka jurusan ekonomi digital.

"Kalau kita tidak berani, ini ada perubahan ilmiah dan kita masih monoton ditinggal betul. Yang paling cepat bisa merepons itu perguruan tinggi. Ini hanya mengingatkan tidak ada fakultas yang menyiapkan retail platform," kata Jokowi.

Dia memprediksi, dalam 10-15 tahub mendatang, lanskap politik dan ekonomi global juga akan berubah yang pada gilirannya akan mengubah pula secara total interaksi sosial.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rembuk nasional 2016 nawa cita
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top